Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 20.43

Siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.
Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.

Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.
Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.
Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar - karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL.
Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar. (http://sejarahbangsaindonesia.blogdetik.com). 

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 04.25
Para ilmuwan menemukan kolesterol "superjahat" low-density lipoprotein (LDL) pada orang yang memiliki risiko tinggi terhadap serangan jantung. Kolesterol yang disebut MGmin-LDL ini sangat lengket sehingga mudah menempel pada arteri dan membentuk timbunan tebal (plak) sehingga arteri menjadi sempit.

Hasil penelitian tim dari Inggris ini memberi penjelasan mengapa risiko penyakit jantung lebih tinggi pada penderita diabetes, sekaligus membuka peluang diciptakannya obat anti-kolesterol terbaru.

Dalam penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Warwick tersebut, para ilmuwan menciptakan MGmin-LDL di laboratorium melalui glycation, kelompok gula, yang ditambahkan ke kolesterol jahat (LDL). Proses tersebut mengubah bentuk kolesterol menjadi lebih lengket dan lebih cepat membentuk timbunan plak, mempersempit arteri dan mengurangi aliran darah, serta mengubahnya menjadi "kolesterol superjahat".

"Hasil riset ini memberi pemahaman yang besar mengenai jenis kolesterol yang berkontribusi menyebabkan penyakit jantung pada penderita diabetes dan orang lanjut usia. Tantangan selanjutnya adalah mengendalikan tipe kolesterol jahat ini agar tidak membahayakan arteri," kata Naila Rabbani, peneliti. (kompas.com).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 20.30

Bila ditanya mengenai konsep pria ideal, tentu perempuan akan menyebut (salah satunya) bertubuh jangkung. Rasanya tak mungkin ada perempuan yang menginginkan pria yang tingginya sama, atau bertubuh pendek. Tetapi para peneliti rupanya penasaran mengapa pria jangkung menjadi pilihan. Dan, alasan "memperbaiki keturunan" rupanya tidak termasuk dalam hasil penelitian mereka.

Menurut sebuah teori baru sih, dalam istilah evolusioner, pria jangkung lebih pandai bertarung. Pria yang bertubuh tinggi memiliki pukulan yang lebih kuat, sehingga lebih mampu melindungi lawan jenisnya. "Dari pandangan teori seleksi seksual, perempuan tertarik pada laki-laki yang kuat, karena laki-laki yang kuat dapat melindungi istri dan anak-anaknya dari laki-laki lain," kata Dr David Carrier, dari University of Utah.
Para peneliti juga mendapati bahwa leluhur kita memukul dengan lebih keras ketika berdiri dengan dua kakinya, dan menunjukkan bahwa bertarung telah menyebabkan manusia mampu berjalan tegak. Sebelumnya, Dr Carrier memelajari kekuatan pukulan dari para ahli bela diri dan petinju pria. Menurut jurnal PLoS One, pria memukul dengan kekuatan lebih besar ketika mereka berdiri, dan dapat memukul dengan kekuatan dua kali lebih keras ketika menyerang ke arah bawah.

Sedangkan dalam teori evolusi manusia, kapasitas yang meningkat untuk menyerang ke arah bawah lawan membuat pria jangkung memiliki kemampuan yang lebih besar untuk bersaing mendapatkan pasangan. Jika teori ini benar, perempuan yang memilih laki-laki yang lebih tinggi darinya akan lebih mampu untuk bertahan.

Hasil penelitian ini memang tidak langsung disepakati kalangan peneliti lain. Mungkin saja perempuan memilih laki-laki jangkung karena tinggi badan menunjukkan gen yang baik, bukan? Tetapi Dr Carrier punya pembelaannya sendiri.
"Jika itu masalah utamanya, maka saya juga mengharapkan jawaban yang sama dari kaum pria, bahwa pria juga tertarik pada perempuan yang lebih jangkung. Tapi, pria umumnya tertarik pada perempuan yang tingginya sama, atau bahkan lebih pendek," katanya. (kompas.com). 

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 20.09
Oleh : Enghui Sahputra


Sekitar awal tahun 70-an dan hingga tahun 2009 ini komunikasi di kalangan anak muda pada umumnya acap kali memakai bahasa yang tidak baku. Belakangan penggunaan bahasa yang tidak resmi itu dikenal/disebut sebagai “bahasa gaul.” Akan tetapi, tak hanya generasi muda (ABG) saja yang kini fasih berkomat-kamit dengan bahasa gaul itu,anak balita dan orangtua-kakek-nenek pun demikian halnya (dapat kita lihat dan temukan dalam kehidupan sehari-hari ataupun lewat tayangan sinetron atau film bioskop). Tampaknya apa yang kita kenal sebagai bahasa gaul itu sudah menjadi salah satu genre dalam dunia komunikasi dan masyarakat semisal di beberapa urban besar.

Bahasa yang merupakan bagian dari kebudayaan tiap bangsa manapun harus diakui sebagai suatu sistem yang kompleks dan luas serta besar peranannya. Namun tak jarang ia pun dapat membingungkan atau tak pasti. Untuk bahasa gaul sendiri, saya melihatnya sebagai suatu sarana komunikasi yang berpusat dan berkembang dalam “kelompok-kelompok” tertentu dan dalam konteks tertentu pula. Saya sendiri agak sulit untuk dapat mendefinisikan apa itu bahasa gaul. Adakah bahasa gaul itu adalah “bahasa pasaran”? Mungkin saja. Wikipedia mendefinisikannya demikian: “Bahasa prokem adalah penggunaan kata-kata dalam bahasa yang tidak resmi dan ekspresi yang bukan merupakan standar penuturan dialek atau bahasa.” Pada dasarnya perkembangannya pun cukup pesat baik secara tuturan/lisan maupun tertulis. Anggapan saya adalah bahwa “bahasa gaul” yang kita kenal secara umum sekarang ini tak hanya sudah menjadi trend semata melainkan juga bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia yang sudah berkembang begitu luasnya.

Asal Usul Bahasa Gaul dan Realitas yang Dialami
Bahasa lahir dari masyarakat. Dan saya mengamati perkembangan bahasa gaul sendiri sebagai suatu percampuran dari berbagai macam ragam budaya (suku) yang terdapat di beberapa daerah Indonesia (etnis/suku) dan dipengaruhi pula oleh budaya Barat, khususnya Amerika-Inggris. Bahasa prokem yang berkembang di Indonesia lebih dominan dipengaruhi oleh bahasa Betawi yang mengalami penyimpangan/pengubahsuaian pemakaian kata oleh kaum remaja Indonesia yang menetap di Jakarta (Wikipedia). Kemudian ia juga dapat dilihat sebagai suatu kreativitas dalam hal berbahasa (bertutur dan menulis). Filsuf Aristoteles mengatakan bahwa bahasa adalah suatu yang diwariskan dan alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan manusia. Dengan adanya bahasa gaul yang semakin berkembang dalam masyarakat Indonesia memperlihatkan eksistensinya yang tampak cukup kokoh.

Bahasa gaul awalnya lebih dikenal dengan sebutan prokem. Bahasa ini bermula dari kalangan preman yang kemudian diikuti oleh kaum waria dan anak-anak jalanan yang menjadikannya sebagai sarana rahasia dalam berkomunikasi di antara mereka. Dapat dikatakan bahasa gaul itu dapat merujuk pada sistem tanda/lambang, seperti “sandi morse” atau huruf Braille. Namun, oleh karena pemakaiannya yang terus-menerus dalam komunitas tersebut, orang-orang yang berada di sekitar mereka pun mulai dapat mengerti bahasa sandi atau bahasa rahasia itu. Dan jadilah kemudian bahasa gaul menjadi suatu bahasa yang tidak rahasia lagi. Malahan, di kalangan anak muda (ABG), mereka yang tidak dapat berbicara atau berbahasa gaul akan dicap kolot atau “gak gaul.”

Tuturan-tuturan kata/kalimat ataupun tulisan yang ada dimunculkan oleh seseorang yang lalu diikuti oleh yang lainnya. Atau dapat dikatakan ungkapan-ungkapan bahasa dengan gayanya masing-masing lahir dari hasil kesepakatan beberapa orang yang selanjutnya beredar dalam masyarakat luas. Bahasa gaul dalam hal ini digolongkan sebagai bahasa konvensional. Akhirnya bahasa gaul menjadi bahasa yang biasa—umum dan dikenal khalayak ramai.

Belakangan ini kata-kata tersebut malah dimodifikasi sedemikian rupa baik lisan maupun tulisan dan mungkin saja tetap memiliki makna (mempertahankan maksud sebenarnya).

Bahasa gaul berakarkan dari bahasa yang sudah baku. Tapi ada pula yang tidak terdapat dalam bahasa baku atau istilah-istilah baru diciptakan di luar bahasa induknya. Bagi para pemakainya (penutur/penulis) bahasa gaul yang baru diciptakan/ditemukan dengan segera dapat diterima, tapi di luar kalangan mereka mungkin saja tidak atau mengganggapnya sebagai sesuatu yang aneh, janggal ataupun berlebih-lebihan seperti fenomena berikut ini. Sekalipun demikian, kenyataannya hingga kini bahasa prokem ini tetap eksis.

Bahasa “Alay”: Sebuah Modifikasi Baru atas Bahasa Prokem
Dalam surat kabar The Jakarta Post tertanggal 28 Oktober 2009 halaman 25 (penulis: Dian Kuswandini) terdapat suatu artikel mengenai bahasa gaul dengan judul: “Messing with Letters.” Dalam artikel tersebut diangkat suatu fenomena yang terjadi dalam dunia kebahasaan (komunikasi) di kalangan anak muda. Sebenarnya gaya berbahasa yang dimaksud lebih mengarah pada bentuk tertulis atau “gaya tulisan yang kreatif”: disingkat, menggunakan huruf kapital dan kecil dan angka. Namun, adakalanya gaya tulisan ini dipakai dalam bertutur dengan orang lain (teman, sahabat, pacar, orang terdekat) dengan intonasi bunyi dan penekanan tertentu pula. Gaya bahasa tulisan yang dimaksud dikenal dengan sebutan “alay.” Artinya, seseorang yang menulis menggunakan suatu gabungan huruf-huruf atau angka-angka lebih besar dan lebih kecil. (Tinggal ketik di google: alay text generator akan langsung menemukan situsnya).

Beberapa contoh yang diberikan:
cXnK qMoh tO cKiDn A A A A a a a A a A a a a a … … (artinya: Sayang kamu tau sakitnya?)
mtHa apOn YoH………… (artinya: Minta ampun ya)
qoH tLuZ”an uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo………. (artinya: Aku terus terusan berusaha buat tetep kekeuh sayang kamu).

Saya sendiri ketika melihat rangkaian huruf-huruf yang demikian spontan bingung dan sekaligus kagum. Bingung, karena saya belum begitu familiar dengan gaya tulisan sejenis itu. Walau semasa SMU saya pernah mengenal bentuk yang lebih sederhana. Kagum, karena tulisan itu sebuah karya yang kreatif apa adanya. Akan tetapi dalam filsafat bahasa, gaya bahasa tersebut akan dinilai tidak bermakna sama sekali pun bila diujarkan (disuarakan). Agak aneh dan sulit pastinya bila dituturkan dalam bahasa lisan.
Tampak memang bahwa sebenarnya bahasa secara umum bersifat ambigu. Bahasa lisan dan tulisan sama-sama memiliki kelemahan. Adakalanya orang dapat mengungkapkan pikiran dan perasaannya secara gamblang, lugas dan mudah dengan bertindak tutur (lisan). Namun, ketika menuliskannya tak jarang ia menemukan kesulitan. Dan sebaliknya pula, tulisan dapat ditafsirkan secara berbeda-beda oleh yang melihat atau membacanya, apalagi bila gaya tulisannya agak aneh. Sekalipun dibantu dengan tanda-tanda baca seperti titik, koma, tanda tanya, tulisan tidak dapat “mewujudkan” intonasi, jeda, tekanan kata, dan sebagainya.

Di lain sisi patut dihargai bahwa tulisan memiliki keefektifan seperti dalam surat-menyurat ataupun karena dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, misal lewat buku.
Bahasa berawal dari bahasa lisan yang selanjutnya diturunkan ke dalam bentuk bahasa tulisan. Tapi dengan gaya tulisan di atas boleh dikata bahwa ada suatu pembalikan dimana bahasa tulisan hendak menurunkan bahasa lisan, tapi kenyataannya memiliki hambatan. Atas fenomena “berbahasa” ini, agaknya gaya bahasa “alay” hanya sesuai dipakai dalam konteks tertentu dan memiliki kesulitan ketika hendak dituturkan (disampaikan secara lisan).

H. Paul Grice menyampaikan pemikirannya yang dikenal sebagai teori psikologis makna. Bila merujuk pada teorinya Grice, tampaknya trend bahasa “alay” ini bisa digolongkan dalam bagian teori makna: “teori gambaran mental/ide” dan “teori penggunaan” yang disatukan sebagai “teori makna pembicara (“speaker’s meaning”). Teori mental menyampaikan bahwa suatu kata bermakna bila mengungkapkan gagasan, keyakinan, keinginan, gambaran mental dalam pikiran pembicara. Sedangkan teori penggunaan menyatakan bahwa makna suatu kata/ungkapan linguistik tergantung dari konteks pemakaiannya dalam suatu komunitas pemakai bahasa berdasarkan aturan ketatabahasaan masing-masing. Demikian bahwa teori makna pembicara tak hanya mengungkapkan maksud dari si pengujar, juga dapat dimengerti dan diterima oleh lawan bicaranya.

Penutup
Bahasa gaul dan jenis bahasa “alay” jelas telah menjadi salah satu bagian dari bahasa baku. Bahasa sesuatu yang abstrak dan tuturan atau pun tulisan merupakan suatu perwujudan daripadanya. Kiranya itu yang diwakili oleh keduanya.

Apakah genre bahasa yang seperti ini dapat dikatakan mengacaukan bahasa yang umumnya kita kenal hingga kini? Tapi, bukankah genre bahasa yang demikian selain menunjukkan kreativitas seseorang juga sebagai ekspresi diri atau sikap protes atas bahasa baku yang ada? Atau seperti yang dituliskan dalam artikel tersebut: “… gaya tulisan semacam ini, menandai sebuah pencarian atas identitas diri.” Dan sungguhkah genre bahasa ini tidak memiliki makna ataupun tujuan sama sekali? Kelemahannya jelas ada, seperti bahwa ada gagasan-gagasan/kata-kata tertentu yang tidak mempunyai gambaran mental atau isi yang terkait dengannya.

Salah satu pandangan J. A. Fishman atas hubungan antara bahasa dan kebudayaan yakni ‘bahasa sebagai simbol kebudayaan’ dapat ditegaskan bahwa bahasa gaul “alay” merupakan suatu ‘gerakan bahasa dan konflik bahasa menggunakan bahasa sebagai lambang dari penduduk untuk membela (atau menyerang) dan untuk mendukung (atau menolak) kebudayaan yang terkait dngan mereka.’ (J.B. Hari Kustanto, “Bahasa dan Kebudayaan," hlm. 1). Berhubungan dengan ini pendapat Claire Kramsch tampaknya dapat dirujuk di mana ia menyatakan bahwa ‘bahasa melambangkan realitas budaya’: “Para penutur mengidentifikasikan diri mereka sendiri dan orang lain melalui penggunaan bahasa mereka; mereka memandang bahasa mereka sebagai simbol identitas sosial mereka. Larangan penggunaannya sering kali dirasakan oleh para penuturnya sebagai penolakan terhadap kelompok sosial merek dan kebudayaan mereka.” (J.B. Hari Kustanto, “Bahasa dan Kebudayaan," hlm. 2).

Bahasa gaul telah begitu populer dalam lingkungan sosial masyarakat kita. Dan bukanlah sebenarnya tidak mungkin dalam masa ini dan ke depan ia akan menjadi bahasa yang diterima dalam khasanah bahasa nasional kita: Indonesia. Kamus bahasa gaul telah hampir sepuluh tahun beredar di pasaran (sejak 1999 oleh artis Debby Sahertian), dan menurut Dendy Sugono sebagai Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional “bisa saja istilah-istilah gaul dicantumkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)…”

Tulisan anak muda masa sekarang sebagian besar mengikuti gaya demikian, dan lebih sering dengan ketikan (pemakaian komputer). Menulis dengan memakai pensil atau bolpoint pun mulai perlahan-lahan menyusut. Lebih dari itu, jenis tulisang bersambung pun (tulisan indah) tampaknya sudah semakin jarang kelihatan.

Demikianlah bahasa gaul telah menjadi realitas konkret dalam kehidupan kita dan semakin hari menemukan penerimaannya dalam lingkungan sosial sehari-hari. Dan tampaknya sangatlah sukar untuk dapat menghindari pengaruhnya dalam kebudayaan kita masing-masing, terlebih lagi bila ada pendapat yang bertebaran bahwa setiap orang mesti “gaul.” Kenyataannya selama rentang tiga puluh tahun, bahasa gaul tetap dapat bertahan dan malahan diwariskan hingga saat ini.  

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 20.03

Di Kopenhagen, botol bekas bisa ditukar dengan uang di mesin khusus yang tersedia di supermarket. Dengan cara ini limbah plastik berupa botol minuman yang sulit didaur ulang jadi berkurang karena produsen bisa memanfaatkan botol tersebut. Lingkungan terselamatkan. Di Jakarta tidak ada mesinnya, tapi ada pemulung yang mencari nafkah dengan mengumpulkan botol plastik bekas. Mereka layak disebut penyelamat lingkungan karena kegiatannya membuat sebagian botol bisa didaur ulang.
http://www.kabarindonesia.com

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 19.59
Kelahiran seorang manusia atau bayi, adalah sesuatu hal yang sangat di tunggu-tunggu dan menjadi sebuah moment yang penting bagi sebuah keluarga. Bahkan jauh-jauh hari, kita sudah mempersiapkan sebuah nama atau beberapa nama untuk lahirnya seorang manusia di bumi ini. Tentu saja, nama yang akan di berikan pada anak tersebut tentulah dengan nama-nama yang indah-indah dan memiliki makna yang indah juga. Para orang tua pun berharap agar nama tersebut, membawa keberuntungan bagi anak-anaknya.

Tetapi, pada sebagian orang nama terkadang tidaklah penting. Mereka percaya hanya dengan nama yang sederhana atau pun biasa-biasa saja sudah cukup. Mungkin ini lah yang di namakan dengan istilah apalah arti sebuah nama. Setiap orang punya pandangan dan kepercayaan tentang pemberian nama tersebut.
Ada juga orang yang berpandangan bahwa jika nama seseorang itu terlalu rumit, terlalu banyak makna, dapat berakibat pada orang yang memiliki nama tersebut. Orang jawa bilang,"kabotan jeneng"
Maksudnya nama orang tersebut tidak sesuai dengan orangnya.
Arti namanya terlalu berat bagi si pemilik nama tersebut.

Mitos punya mitos jika seseorang memiliki nama yang berat atau maknanya terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan orang yang di beri nama tersebut, dapat berakibat fatal. Misal sering sakit-sakitan sejak kecil, apes atau sial, susah rejeki dan sebagainya. Sehingga banyak orang ganti nama.Katanya, biar HOKI.......
Tidak peduli siapa pun orangnya lantas beramai-ramai ganti nama alias ubah nama. Dengan beraneka macam selamatan juga sedekahan untuk nama baru yang membawa HOKI.......

Ubah nama tersebut banyak di lakukan orang. Mulai dari artis, seleb, orang kantoran, pejabat, hingga orang biasa-biasa saja.
Semua itu sah-sah saja di lakukan oleh siapa pun juga orangnya.
Jadi tak ada salahnya membuat nama yng indah-indah ataupun yang mempunyai makna tinggi. Yang penting cocok dan sesuai selera. Jika tidak cocok, silahkan ganti nama.   (
http://www.kabarindonesia.com). 

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 19.55
Dalam 50 tahun keberadaannya, sederetan tahanan politik berhasil dibebaskan berkat kampanye-kampanye yang digulirkan Amnesty International. Seksi Jerman organisasi HAM ini juga memiliki andil.

September 1973. Presiden Chile Salvador Allende yang terpilih secara demokratis meninggal mendadak. Penyebabnya tak diketahui persis. Kabar burung menyebutkan ia bunuh diri. Yang pasti, di Chile berlangsung kudeta militer. Augusto Pinochet mengambil alih kekuasaan, dan mempertahankannya sampai akhir perang dingin. Dalam ingatannya, Ruben Ruiz masih bisa melihat jelas, apa yang ia alami pada bulan September 1973 di Chile. Enam orang tentara bersenapan mesin memanggilnya keluar dari kelas di mana ia tengah mengajar dan menangkapnya.  "Saya lalu digiring ke halaman sekolah dan disuruh berdiri di depan tembok. Mereka agaknya siap menembak saya saat itu juga. Tapi kadang-kadang, manusia bisa beruntung dan pada hari itu, saya betul-betul beruntung. Lonceng berdentang, menandakan akhir jam sekolah. Ratusan anak-anak berlarian masuk ke halaman. Melihat itu, gerombolan tentara tadi tampaknya kehilangan nyali untuk membunuh di depan begitu banyak saksi mata. Dan saya kemudian dijebloskan ke penjara.“ Setahun kemudian, Ruben Ruiz datang ke Jerman sebagai salah seorang pengungsi politik.



Ruiz dan banyak tahanan lain terpaksa mendekam di penjara, meskipun tidak melakukan pelanggaran apa-apa. Ia dan tahanan-tahanan lainnya berulangkali dianiaya. Hingga kini Ruiz kesulitan menceritakan rasa sakit dan penghinaan yang dialaminya. Namun ia dengan senang hati menggambarkan proses perjalanannya ke Jerman.

Di Chile, sipir penjara kadangkala memberikan tahanan kesempatan untuk pulang ke rumah selama beberapa hari. Tujuannya agar bisa menguntit dan mencari tahu, siapa saja yang dihubungi oleh para tahanan itu. Dari seorang tahanan lain, Ruiz mendapatkan sebuah alamat. Menurut rekannya, di sana ia bisa menemui seseorang yang akan membantunya. "Saya  pergi menemui orang yang ternyata uskup itu. Namanya Helmut Frenz. Dan ia membantu saya. Ia juga bercerita mengenai sebuah organisasi yang tidak saya kenal. Dia anggota di situ. Organisasi itu bernama Amnesty International. Seumur hidup saya yang baru 23 tahun, itulah pertama kalinya saya mendengar tentang organisasi ini. Dan Helmut Frenz mengatakan sesuatu yang amat penting kepada saya. Dia bilang, saya  harus keluar dari negara ini. Karena setiap kali saya mengunjungi seseorang, maka saya membahayakan orang itu. Katanya, kamu membahayakan semua orang yang menemui dirimu.” Uskup Frenz membawa Ruiz ke sebuah rumah, tempat pelarian banyak orang lain juga. Tahun 1974, rejim Pinochet akhirnya mengizinkan ia meningalkan Chile, dengan syarat ia tidak kembali. Ruiz meninggalkan Chile, tanpa membawa secarikpun surat keterangan.


“Begitulah asal muasal keberangkatan saya ke Jerman. Saya sama sekali tidak punya apa-apa. Di sini saya menemukan sekelompok besar orang yang bersedia membantu. Mereka menyebut dirinya Komitee Chile. Di situ saya berkenalan dengan Erich Dell, yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Amnesty International. Kemudian saya bertanya padanya, apakah saya juga bisa bekerja dalam kelompok ini. Sejak itu, saya turut aktif dan kini menjadi juru bicara organisasi.“

Di hampir setiap negara bagian Jerman, terdapat kelompok-kelompok Amnesty International. Kelompok yang berada di Düsseldorf-Ratingen berhasil membantu membebaskan lebih dari 200 orang. Upaya pembebasan ini harus dan akan terus berlanjut, karena kondisi tahanan politik sampai kini tidak banyak berubah. Tempatnya mungkin berbeda, tapi masalah yang dihadapi sama. Gerd Ruge seorang jurnalis televisi kenamaan di Jerman adalah salah seorang pendiri Amnesty International seksi Jerman. Ia mengingatkan, bahwa sejak awal Amnesty membela tahanan politik manapun, baik yang berada di Timur, di Barat maupun yang berada di negara berkembang. Tegas Ruge, “Amnesty tidak boleh menjadi organisasi yang sepihak yang hanya membela satu kelompok politik, yang memiliki pandangan tertentu. Melainkan organisasi yang memperjuangkan kebebasan berpendapat, kebebasan bersuara, serta kebebasan untuk aktif berpolitik, tanpa ancaman dipenjara."


Kebebasan, yang dalam konflik panjang yang membelah dunia menjadi blok Timur dan blok Barat, dan juga di beberapa bagian Jerman dulu, tidak terjamin. Pada tahun 1964 di Jerman Timur, Wolfgang Welsch diawasi oleh dinas intelijen, karena kerap membaca puisi-puisi yang mengritik pemerintah di tempat umum. Welsch yang ketika itu baru berusia 20 tahun akhirnya dipenjara.

"Saya ditangkap tahun 1964, karena berusaha melarikan diri. Saya ingin keluar dari Jerman Timur dan telah melakukan sejumlah aksi perlawanan kecil-kecilan. Saya betul-betul tidak mau menetap. Tapi usaha kabur gagal. Boleh dikatakan, kondisi kesehatan saya sangat buruk, rasanya tinggal ambruk saja. Tubuh saya sudah kurus sekali, juga karena ransum penjara sulit digambarkan sebagai makanan.” Pada helai kertas lintingan rokok yang diselundupkan ke luar penjara, Welsch menulis tentang keadaan dalam penjara itu. Ia mengakhiri deskripsinya dengan permohonan: “Selamatkan saya”. Surat kecil  itulah yang membuat Amnesty International menyoroti kondisi Welsch di penjara. Selama berbulan-bulan, kelompok Amnesty International di kota Leeds, Inggris mengirim surat-surat permohonan ke pemerintahan Jerman Timur, agar ia dibebaskan. Awalnya, tanpa hasil apapun.   Namun suatu hari, ibunya berkunjung ke penjara di Brandenburg dan menyampaikan salam dari paman yang berada di London. Harapan pun berkembang. Wolfgang Welsch hingga saat ini masih ingat secara rinci.


"Saya tidak punya paman di London. Seperti kita ketahui, kota itu kan berada di Barat. Karenanya bagi saya yang berada di sebuah penjara blok Timur, tentu saja menerima salam itu merupakan alasan untuk berbahagia. Mencuat rasa “Aha”. Siapapun  itu, apapun yang dimaksud dengan menyebut kata London itu, tampaknya ada yang akan membantu saya. Waktu itu saya terus sadar, “bahwa saya tidak kalah dan tidak terlantarkan begitu saja”. Ada orang, yang memikirkan nasib saya dan berusaha menolong. Sulit menggambarkannya, yang pasti saya dilanda kegembiraan tiada tara. Rasa tertekan tiba-tiba hilang."

Meski begitu, bulan berganti bulan dan waktupun berlalu dengan lamban. Prosesnya tidak singkat. Amnesty menghubungi seorang pengacara Jerman Barat, yang membantu dalam menekan pemerintahan Jerman Timur. Akhirnya tahun 1971, setelah tujuh tahun dipenjara, Wolfgang Welsch dibebaskan. Ia ditebus oleh pemerintah Jerman di bawah Kanselir Willy Brandt. Bagi Wolfgang Welsch, kampanye yang menyebar luaskan nasibnya kepada publik merupakan dukungan terpenting yang dilakukan oleh Amnesty Internasional. "Bahwa sistim dan rejim yang memenjarakan itu tahu bahwa Anda tidak sendirian. Bahwa ada kelompok besar yang mendukung Anda. Itulah yang menyelamatkan. Ini juga berarti, bahwa kebebasan akan datang dalam waktu relatif dekat. Meskipun tidak segera, bagi seorang tahanan, dukungan dan harapan itu sangat berarti. Ia akan tahu bahwa ia tidak sendirian. Karena itu saya mengatakan, kehidupan baru ini adalah berkat upaya Amnesty International.” Tahun 2010 lalu saja, Amnesty International menyelenggarakan 167 aksi baru untuk mendukung para tahanan politik di berbagai penjuru dunia. Di seluruh dunia ada sekitar 3 juta anggota Amnesty International, ditambah para pendukung yang mengupayakan agar orang-orang dibebaskan dari penyiksaan dan penjara.


Mandat Amnesty International menetapkan kewajiban untuk membantu korban pelanggaran HAM, seperti menghadapi pengusiran dari tanah atau rumah sendiri, dikejar-kejar milisi dan umum menghadapi  proses hukum yang tidak adil. (http://www.kabarindonesia.com).





Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 19.52

London – UU perlindungan privasi di Inggris menjadi sorotan luas setelah anggota Parlemen mempersoalkan larangan penyebutan nama publik figur yang diduga terlibat perselingkuhan.
Kontroversi itu merebak setelah seorang anggota Parlemen Inggris (House of Common) dari Partai Livberal Demokrat John Hemming menyebutkan nama bintang sepakbola Manchester United Ryan Giggs dalam sidang DPR Inggris itu saat membahas soal undang-undang perlindungan privasi yang melarang media massa atau pihak-pihak lainnya, termasuk anggota parlemen, menyebut atau mengungkapkan nama bintang sepakbola asal Wales itu.
Dalam sistem peradilan di Inggris dikenal istilah injunction, yakni perintah pengadilan yang memerintahkan seseorang atau suatu pihak untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Ketentuan tersebut belakangan menimbulkan kontroversi dan dipertanyakan karena dianggap melindungi publik figur dari kalangan elite atau orang berduit dari pengungkapan atas skandal perselingkuhan mereka atas nama hak privasi.
Ryan Giggs diduga berselingkuh dengan Imogen Thomas. Namun, hakim pengadilan tinggi di London mengeluarkan putusan yang melarang Imogen dan surat kabar atau media massa mengungkapkan skandal tersebut dengan mengungkapkan jati diri atau menyebut nama bintang sepakbola MU yang terlibat perselingkuhan dengan eks kontestan acara reality show televisi Big Brother itu.
John Hemming merasa tidak bersalah menyebutkan nama Ryan Giggs meski sudah ada perintah pengadilan yang melarangnya.
"Ketua Sidang, dengan sekitar 75.000 orang telah menyebut nama Ryan Giggs di Twitter, akan merepotkan memenjarakan mereka semua,” ujar Hemming sebagaimana dikutip The Guardian, Selasa (24/5/2011).
Selain itu, Hemming juga berlindung di balik kekebalan anggota parlemen yang telah 300 tahun dijamin oleh undang-undang. Apalagi, politisi berusia 51 tahun itu punya niat baik di balik keberaniannya menyebutkan nama Giggs.
Dia menegaskanhal itu dia lakukan "guna mencegah orang-orang awam dipenjarakan hanya gara-gara menggunjingkan perselingkuhan pria 37 tahun yang menikahi Stacey Giggs dan dikarunia dua anak itu," tulisSunsports.
Segera setelah pernyataan Hemming yang dilontarkan di depan Parlemen Senin (23/5/2011) itu, hampir semua surat kabar Inggris dalam situs internet mereka memberitakannya. Televisi dan radio pun ramai memperbincangkannya. Mereka mempertanyakan perlunya merevisi ketentuan mengenai injunction dan privasi itu karena dinilai tidak adil.
Beberapa saat sebelum Hemming menyampaikan pernyataannya itu, Perdana Menteri Inggris David Cammeron dalam suatu wawancara dengan ITV1 mengatakan siapapun tahu siapa pemain sepakbola yang dimaksud terlibat perselingkuhan itu. Apalagi, namanya telah disebut 75.000 kali di Twitter. Karena itu, dia menilai tidak adil jika melarang surat kabar menyebutkan nama bintang sepakbola MU itu, sedangkan namanya sudah tersebar luas di internet. (detik.com).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 19.43
SMS bodong menyulut kemarahan SBY. Sang pengirim ditantang tampil. Disebut sebagai pengecut yang tidak ksatria. Dan pastinya tidak ada yang mengacungkan telunjuk. Mengaku sebagai pengirimnya.

Kalau membaca SMS itu sudah kelihatan tipu-tipunya. Sebab sang pengirim yang mengaku M Nazaruddin itu seperti anak kecil yang marah pada temannya. Mau membongkar kejelekan orang-orang penting Partai Demokrat (PD). Memfitnah sang Ketua Dewan Pembina secara keji. Dan hampir semua orang paham, itu semua tidak betul.

Bagi rakyat, SMS ini tak beda dengan penipuan yang meminta pulsa. Pelacur yang dagang diri via SMS nyasar. Atau kabar baik yang menyakitkan, pemberitahuan dapat hadiah agar tergiur menyetor sejumlah dana untuk ditipu. Ini rutin. Hampir tiap bulan mampir ke HP kita. Dan itu semua memang amat menjengkelkan.

Sebagai rakyat, kita sudah terbiasa dengan SMS macam itu. Harapan yang hanya bisa diharap, kejadian itu ditindaklanjuti. Diberangus. Aparat keamanan mampu memberi kenyamanan. Melek teknologi. Dan dengan kemelekan itu keresahan itu bisa ditangani.

Rakyat sudah lama jengkel dan marah dengan tindak orang tak bertanggungjawab itu. Tapi mau bilang apa? Mau lapor ke siapa? Kita hanya bisa pasrah terhadap ulah itu. Toh belum ada yang mampu menelisik. Paling-paling sebagai tindakan preventif, saban mendapat kabar bahagia dapat undian, benar atau tidak benar anggap saja tidak benar.

Nah SMS yang biasa mengganggu kenyamanan rakyat itu kali ini menjadikan SBY sebagai obyeknya. Isi SMS itu mengadopsi kisruh suap dalam negeri dan kisruh politik di negeri tetangga. Itu memang amat menyakitkan. Yang membuat dan menyebarkan SMS itu juga amat barbar. Tidak hanya menyakiti SBY secara pribadi, tapi juga merendahkan bangsa ini. Sebab SBY adalah presiden RI.

Sebagai petinggi negeri yang jarang menerima SMS keji, SBY langsung bereaksi keras. Menyebut pengirimnya pengecut, tidak ksatria, tidak berani berhadapan, dan tentu saja semua cap yang dilontarkan SBY itu benar. Sebab jika tidak benar tentulah sang pelaku sudah meringkuk di penjara. Atau dalam penjara tetap usil, seperti kebanyakan bandar narkoba yang bisnisnya tetap jalan di luar atau dalam bui?

Ketika membaca kiriman SMS ngawur itu terus terang siapa saja ikut mengumpat dan mencaci pengirimnya, termasuk saya. Tapi saat melihat reaksi Bapak Presiden yang marah dan serius marah, kita tiba-tiba menjadi tertawa. Apalagi isi SMS yang nyata-nyata tidak benar itu juga dibantah pula.

Sebagai Presiden dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, kemarahan itu seperti instruksi. Bantahan demi bantahan mengalir. Kecaman demi kecaman menggelinding. Maka hari-hari ini entah sampai kapan, koor bantahan dan kecaman itu belum ketahuan akan berakhir. Memang, siapa saja yang menerima SMS fitnah seperti itu akan geram. Siapa saja juga tahu, pengirimnya pastilah negator. Tidak suka dengan Partai Demokrat atau 'salah satu faksi' di partai yang mulai tidak solid ini. Atau bisa pula pihak lain yang merasa dirugikan dengan kebijakan-kebijakan SBY.

Namun sebagai presiden dan Ketua Dewan Pembina partai politik, harusnya SBY tidak reaktif seperti itu. Ini tidak baik untuk SBY, dan tidak menguntungkan bagi Partai Demokrat. Sebab lawan jadi tahu letak kelemahan SBY plus partainya, dan itu sama dengan memberi senjata pada lawan maupun calon lawan-lawannya.

Politik memang kotor. Kekotoran itu ada yang tampil telanjang, kendati terbanyak ditutupi. Politikus sempurna itu mblebes. Tidak terbakar dibakar dan tidak basah disiram air. Jika SBY dan orang-orang Demokrat gampang basah dan terbakar, selalu memperruncing persoalan internal yang digunjingkan, maka eksistensi partai ini ke depan layak dipertanyakan.

Adakah itu pertanda Partai Demokrat belum dewasa secara politik? Atau ada yang salah dalam kaderisasi? Machiavelli bilang, politik itu merebut kekuasaan. Bukan untuk yang lain. Adakah SMS fitnah itu implementasi dari ini?

Kalau diindikasikan ya, maka rasanya kita perlu menyikapinya dengan cara sama, berpura-pura tidak terganggu dan tidak sewot karena memang sedang dikerjai orang-orang yang ingin merebut kekuasaan.

*) Djoko Suud Sukahar adalah pemerhati sosial budaya, tinggal di Jakarta. 

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 01.08
Sebuah temuah baru menyebutkan bahwa sperma dapat melakukan gerakan paling cepat pada pria yang memiliki kadar vitamin D yang tinggi. Penelitian yang dilakukan pada 300 pria sehat baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction.

Tentu saja, temua ini memberi harapan baru bagi mereka yang mempunyai persoalan infertilitas.

Para peneliti menemukan bahwa sperma laki-laki yang kekurangan vitamin D (kurang dari 25 nanomoles per liter darah) memiliki motilitas kurang dari sperma yang memiliki lebih dari 75 nanomoles vitamin D per liter darah, kata peneliti Martin Blomberg Jensen dari Departemen Pertumbuhan dan Reproduksi di Rumah Sakit Universitas Kopenhagen di Denmark.

Para peneliti juga menemukan bahwa manfaat tersebut dapat diperoleh dengan cara mengekspos sperma terhadap vitamin D yang diaktifkan, "vitamin D diaktifkan mampu menginduksi motilitas sperma," kata Jensen. Matahari biasanya berperan dalam mengaktifkan vitamin D dalam kulit kita.

Studi ini menunjukkan bahwa vitamin D diperlukan untuk mengatasi persoalan reproduksi pada laki-laki. Tapi Jensen menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum vitamin dapat diresepkan untuk memperbaiki kualitas sperma.

"Dengan mengonsumsi suplemen vitamin D, Anda bisa meningkatkan jumlah vitamin yang aktif ," kata Jensen, "tapi ini belum terlihat dari testis yang dites."

Namun demikian, tingkat kecepatan sperma tidak menjamin bakal meningkatkan kesuburan pria. Karena kesuburan seorang pria "tergantung dari penyebab rendahnya tingkat kesuburan itu sendiri seperti motilitas, jumlah atau morfologi sperma," kata Jensen.

Kecepatan sperma "merupakan parameter yang sangat penting, dan proporsi sperma yang bergerak cepat (motil) memang terkait dengan dan menjadi preditor bagi tercapainya kehamilan. "

Namun demikian tidak ada metode ilmiah yang cocok untuk meningkatkan kualitas sperma, meskipun penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara kecepatan sperma dengan adanya antioksidan, seng dan vitamin, kata Jensen.

Sebagai contoh, penelitian disajikan pada tahun 2003 pada pertemuan American Society for Reproductive Medicine menunjukkan bahwa kecepatan sperma pada pria yang minum kopi ternyata lebih tinggi dibanding mereka yang tidak ngopi karena ada unsur antioksidannya. (yahoo.com).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 01.04
Sebuah studi baru di Italia menemukan bahwa nyala romantisme hanya bertahan dua tahun. Setelah itu hormon Anda akan mengalami penurunan dan berujung pada kegagalan sebuah hubungan bila tidak dipupuk.

Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya kehadiran hormon yang berbeda dalam darah di berbagai tahap percintaan. Hormon tersebut awalnya akan menciptakan hasrat romantis dan memudar setelah dua tahun.

Para peneliti tersebut menggunakan tes darah untuk menentukan berbagai tingkat hormon yang terdapat dalam tubuh para pesertanya. Peserta penelitian tersebut terdiri dari pasangan yang baru memulai hubungan sampai pada pasangan yang membangun hubungan selama bertahun-tahun.

Dari situlah tampak adanya faktor pertumbuhan saraf yang disebut neurotrophins dan jumlahnya melebihi tingkat normal pada saat mereka menikmati jatuh cinta tahap awal.

Tapi semua itu akan berkurang dan hilang pada pasangan yang sudah menjalani hubungan sampai dua tahun.
Para ilmuwan dari Univesity of Pisa menemukan solusinya dengan meningkatkan hormon oksitosin. Hormon ini disebut dengan "hormon berpelukan" karena menimbulkan perasaan nyaman setelah berpelukan meskipun telah bersama-sama selama beberapa tahun. (yahoo.com).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 01.01
London - Konten panas di internet termasuk sulit diatasi. Banyak filter porno pun dikembangkan. Kini ilmuwan menciptakan teknik deteksi menggunakan suara desahan. Seperti apa?

Filter analisa gambar memang sudah cukup canggih dan relatif akurat membedakan gambar porno. Namun ilmuwan Korea Advanced Institute of Sciences and Technology yakin teknologi ciptaan mereka bisa meningkatkan akurasinya.

Hoirin Kim dan MungJon Kim fokus pada audio konten porno. Kedua ilmuwan itu menemukan,audio porno secara umum berbeda dengan audio lainnya, serta mudah dideteksi.

Ilmuwan ini menyatakan, pembicaraan sehari-hari bernada beragam dan berubah berangsung-angsur. Sedangkan suara porno, umumnya bernada tinggi dan berulang-ulang.

Dalam ujicoba, filter ini diklaim memiliki tingkat akurasi 93%. Sistem ini mampu membedakan audio porno dan audio selain porno. Seperti dikutip DailyMail, kemungkinan besar, filter audio ini akan dikombinasikan sistem sensor gambar yang sudah ada. (yahoo.com).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 00.58
Minum kopi membuat wanita lebih sulit hamil, sebuah penelitian menyebutkannya.

Ini diperkirakan karena Kafein, yang terkandung dalam kopi merusak transportasi telur dari ovarium ke rahim, sebut para ilmuwan dari Amerika.

Penelitian yang melibatkan 9.000 wanita ini menemukan bahwa minum lebih dari empat cangkir kopi sehari memotong kemungkinan hamil hingga seperempat kali.

Penyelidikan terbaru yang dilakukan pada mencit menunjukkan bahwa kafein menghambat kontraksi saluran tuba yang dibutuhkan untuk membawa telur ke rahim.

Kafein mengaktifkan sel-sel alat pacu jantung khusus di dinding tabung. Sel-sel gelombang koordinasi kontraksi tabung yang bergerak membawa telur menuju rahim.

Pemimpin studi Sean Ward, dari University of Nevada di Reno, AS, mengatakan temuan ini memberikan penjelasan menarik tentang mengapa wanita dengan konsumsi kafein tinggi seringkali memakan waktu lebih lama untuk hamil daripada wanita yang tidak mengonsumsi kafein. (yahoo.com).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 00.57
Anda bisa kembali menggunakan cara tradisional untuk melihat suatu penyakit yang bersarang dalam tubuh Anda.

Sebuah studi menyebutkan warna kuku bisa menjadi akternatif untuk mengetahui penyakit apa yang sedang Anda derita sebelum memutuskan untuk berkunjung ke dokter.

Seperti dikutip dari Aolheath, setiap orang memiliki tipe kuku berbeda, mulai dari tekstur, warna hingga kekuatannya. Dan setiap jenis kuku memiliki arti tersendiri, terutama dalam kaitannya dengan jenis penyakit.

FAAD dari American Academy of Dermatology (AAD), Andrea Cambio, MD mengatakan, kuku adalah jendela ke dalam tubuh seseorang. Melalui kuku dapat terlihat kemungkinan penyakit apa saja yang sedang berproses dalam tubuh.

Nah, intip kondisi kesehatan melalui bentuk dan warna kuku Anda.

Kuku kuning

Salah satu penyebab paling umum kuku berwarna kuning adalah infeksi jamur. Semakin memburuknya infeksi bisa membuat kuku tidak tumbuh sehat, menebal, dan rapuh. Kuku kuning juga menunjukan kondisi lebih serius seperti penyakit tiroid parah, paru-paru, diabetes, atau psoriasis.

Kuku bengkak dan terlipat

Jika kulit di sekitar kuku terlihat merah dan bengkak, ini dikenal sebagai peradangan yang menunjukan adanya penyakit lupus dan gangguan jaringan ikat.

Garis hitam

Periksakan segera jika ada garis hitam di kuku Anda. Ini terkait gejala melanoma atau yang dikenal dengan kanker kulit dari jenis yang paling berbahaya.

Menggigit kuku

Menggigit kuku mungkin buat Anda hanyalah kebiasaan. Padahal ini sangat mungkin menandakan kecemasan yang berlebihan dan membutuhkan pengobatan karena menderita gangguan obsesif-kompulsif. Jadi, jika Anda tidak bisa berhenti, ada baiknya berdiskusi dengan dokter Anda.

Kuku kebiruan

Kuku berwarna kebiruan menandakan tubuh tidak mendapatkan oksigen cukup. Ini mengindikasikan adanya infeksi di paru-paru seperti pneumonia. Jika hanya sedikit kebiruan di ujung bawah kuku bisa juga menandakan diabetes.

Kuku pucat

Kuku berwarna pucat atau cenderung berwarna putih kadang-kadang terkait penuaan. Tetatpi ada empat penyakit serius yang mungkin saja ditandai dengan kuku berwarna pucat ini, misalnya, anemia, gagal jantung, pengidap penyakit hati atau juga gizi yang buruk.

Kuku putih

Jika kuku berwarna putih dengan ujung atas berwarna gelap mengindikasikan adanya masalah pada hati seperti hepatitis.

Kuku kasar

Jika permukaan kuku berkerut dan berbunyi jika diadu ini merupakan tanda awal dari psoriasis atau inflamasi arthritis. Perubahan warna kuku dapat terlihat merah kecokelatan.

Kuku retak

Kuku terlihat kering, rapuh dan sering retak telah lama dikaitkan dengan penyakit tiroid. Jika membelah dan berwarna kuning ada kemungkinan ini karena infeksi jamur. (yahoo.com).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 00.53
Dibandingkan dengan kaum laki-laki, wanita memang lebih cepat dewasa. Wanita lebih mudah mengatur kesejahteraan psikologis mereka dibanding laki-laki setelah masa remaja.

Peneliti dari Departemen Psikologi Univercity of Alberta, Kanada Nancy Galambos mencoba mempelajari bagaimana remaja usia 18 sampai 25 tahun melakukan transisi dari remaja ke dewasa.

Menurut penelitian tersebut dikatakan perempuan memiliki tingkat yang lebih tinggi untuk gejala depresi dan rendah harga diri dibanding laki-laki seusia mereka.

Remaja merupakan tahap transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan dewasa secara penuh. Seiring bertambahnya waktu,
secara biologis mereka mengalami perubahan menjadi orang dewasa. Tetapi secara emosional bisa jadi tidak sepenuhnya matang.

Hasil lainnya menunjukkan, meskipun mereka sudah menjadi dewasa dan dihadapkan dengan keragaman pilihan hidup, wanita terlihat lebih mudah berdamai dengan diri mereka sendiri ketika menginjak usia 20-an.
Penelitian lainnya yang diumumkan dalam Journal Developmental Psychology menambahkan kalau kemampuan mengatur psikologis dalam diri wanita menjadikan wanita lebih mudah menerima kesetaraan gender yang biasanya bergejolak pada masa remaja.

Saat remaja laki-laki lebih membeda-bedakan mana yang memang pantas dilakukan laki-laki dan mana yang hanya pantas dilakukan oleh wanita.

"Fakta bahwa wanita muda lebih cepat dewasa dibanding laki-laki muda memang sudah sering kita dengar, tapi penelitian ini adalah kejutan yang bisa melengkapi cerita yang ada," ujar Galambos. (yahoo.com).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 00.51
Ternyata warna urine kita bisa dijadikan alat memprediksi kondisi kesehatan kita pada saat itu, ini juga bisa dijadikan acuan bagaimana tindakan yang harus kita ambil setelahnya.

Kenali warna urine ini dan prediksi kesehatannya :

Kuning
"Urine sehat itu berwarna kuning pucat atau kuning gelap", kata konsultan ahli urologi Tim Terry. Hal ini tergantung pada tingkat hidrasi, sehingga jika urine Anda tetap berada di koridor warna kuning, Anda bisa bernapas lega.

Hijau
"Beberapa obat antiseptik dan anestesi memberikan warna semburat hijau pada urine," kata Terry. Ini karena biru metilen, pewarna yang kadang-kadang perlu diperjuangkan ginjal kita. Namun bila urine Anda berwarna hijau tidak usah terlalu khawatir.

Orange
"Ini adalah tanda disfungsi hati," jelas Terry. Jika urine Anda berwarna seperti ini biasanya dibarengi dengan tinja yang berwarna putih, bisa jadi ini karena ikterus obstruktif. Jadi segera ambil tindakan bila urine Anda berwarna orange.

Cokelat
Urine cokelat menampakkan ada masalah ginjal. "Ini bisa menjadi tanda penyakit ginjal yang serius, bahkan fistula," kata Terry. Keadaan ini biasanya karena ada kebocoran usus ke kandung kemih Anda. Segera lari ke dokter Anda untuk kasus ini.

Merah
Ini benar-benar buruk. Merah berarti ada darah dalam urine Anda, dapat mengartikan pendarahan atau kanker. "Pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun hipotesis pertama adalah kanker kandung kemih," kata Terry. Segera hubungi dokter dan lakukan deteksi dengan cepat. (yahoo.com).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 23.21

LONDON — Julian Assange yang dikenal sebagai pendiri Wikileaks kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Kali ini ia menuding Facebook sebagai alat mata-mata yang mengerikan. Kenapa? Menurutnya, Facebook dan layanan online lainnya, seperti Yahoo dan Google, kini menjadi mesin intelijen Amerika Serikat untuk memata-matai orang.

"Saat ini, kita memiliki database orang paling komprehensif—hubungan kekeluargaan, namanya, alamatnya, lokasinya, dan komunikasi di antara mereka, di antara keluarga—yang semua berada di Amerika Serikat (AS), semua dapat diakses intelijen AS," ujar Assange dalam wawancara yang dilansir Russia Report, Selasa (2/5/2011).

Ia menambahkan, bukan intelijen yang diam-diam memanfaatkan layanan tersebut untuk memata-matai seseorang. Penyedia layanan jelas-jelas memberikan akses khusus agar intelijen AS bisa mengintai kapan saja. Jadi, menurutnya, orang yang menggunakan Facebook sama saja membantu intelijen AS memperoleh data.

"Setiap orang harus paham bahwa jika mereka menambah teman di Facebook, mereka membuka jalan kepada lembaga intelijen AS membuat database," ujarnya. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana informasi tersebut bisa sampai ke intelijen AS. (kompas.com).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 03.41






KEMENTERIAN  DALAM  NEGERI
REPUBLIK  INDONESIA

SAMBUTAN KEPALA BADAN 
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI PADA UPACARA PENUTUPAN DIKLATPIM TK. III ANGKATAN KE-92 DI PUSAT DIKLAT KEMENTERIAN DALAM NEGERI REGIONAL YOGYAKARTA

Yogyakarta, 01 Juni 2011

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati :
1.      Peserta Diklatpim Tk. III Angkatan ke-92;
2.      Kepala Pusat Diklat Kemendagri Regional Yogyakarta;
3.      Para Pejabat Struktural dan Fungsional, serta undangan dan hadirin yang berbahagia.
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya pada hari yang berbahagia ini kita masih diberi kesempatan untuk menghadiri upacara penutupan Diklatpim Tk. III Angkatan ke-92 di Pusat Diklat Kemendagri Regional Yogyakarta dalam keadaan sehat wal’afiat.
Hadirin yang berbahagia,
Pertama-tama, saya ucapkan selamat dan sukses atas semangat dan komitmen Saudara/i mengikuti Diklat ini dengan baik. Semoga semangat dan komitmen yang dibangun selama lebih kurang 7 (tujuh) minggu mengikuti Diklatpim ini dapat membimbing Saudara/i untuk terus meningkatkan kompetensi pribadi dengan terus memperluas wawasan dan pengetahuan (knowledge), mengasah keahlian/keterampilan (skill), dan membina aspek sikap/perilaku (attitude). Ketiga kompetensi tersebut selain menjadi bekal bagi Saudara/i agar siap membawa perubahan dan kemajuan di daerah, juga diperlukan untuk mengejar target kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah yang tertinggal pasca tertimpa berbagai bencana alam akhir-akhir ini. Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu saya kemukakan terkait isu-isu nasional dan internasional yang sedang hangat saat ini.
Pertama, tanggal 23 s/d 27 Mei 2011 yang lalu telah berlangsung Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Gerakan Non Blok (GNB) ke-16 di Nusa Dua Bali. Konferensi tersebut berhasil mengesahkan Bali Commemorative Declaration yang berisi pesan GNB kepada masyarakat internasional mengenai 21 sasaran dan prinsip yang ingin dicapai dalam 50 tahun ke depan. GNB bertekad turut mewujudkan dunia yang lebih aman melalui komitmen negara-negara untuk memajukan proses perlucutan senjata dan stabilitas serta keamanan internasional. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina untuk mewujudkan kebebasan, perdamaian dan keadilan.
Kedua, Amnesty International meminta Pemerintah RI menghentikan pemberlakuan hukum cambuk di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Amnesty International  menilai hukum cambuk melanggar Konvensi PBB melawan Penyiksaan yang diratifikasi Indonesia pada tahun 1998. Mendagri Gamawan Fauzi menegaskan bahwa kekhasan yang berlaku di NAD merupakan bentuk penghargaan atas aspirasi lokal, tidak berlaku secara nasional dan sudah diaukui negara melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Aceh.
Peserta Diklatpim yang saya banggakan,
Isu pertama terkait konferensi KTM mengindikasikan bahwa saat ini dan ke depan, perhatian internasional terhadap perdamaian dan keamanan dunia semakin gencar dilakukan. Isu penindasan dan pelanggaran HAM bukan lagi tema yang hanya hangat diperbincangkan melainkan sudah konkrit dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan melalui tindakan-tindakan nyata yang lebih komprehensif dan terorganisir. Hal ini patut menjadi perhatian dan komitmen kita sebagai aparatur pemerintah karena kita adalah bagian dari warga dunia.
Isu kedua mengenai kekhawatiran Amnesty International dapat dimaklumi mengingat kepeduliannya yang tinggi terhadap upaya dunia internasional melawan penindasan dan pelanggaran HAM. Namun yang perlu ditekankan adalah bahwa dunia juga perlu mengakui dan menghargai ciri khas bangsa dan rakyat Indonesia. Ciri khas bangsa tersebutlah yang saat ini sedang gencar diupayakan pemerintah melalui gerakan-gerakan nasional.
Salah satu upaya tersebut adalah dicanangkannya Gerakan Nasional Pendidikan Karakter oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada perayaan Hari Pendidikan Nasional tanggal 02 Mei 2011 yang lalu. Sebagai langkah awal, Kementerian Pendidikan Nasional mencanangkan pendidikan karakter melalui gerakan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai persiapan menyambut 100 tahun kemerdekaan Indonesia serta mengkomunikasikan kebijakan dari hasil pembangunan pendidikan nasional.
Upaya ini sejalan dengan hasil pertemuan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan 7 pimpinan lembaga negara yang berlangsung di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta pada tanggal 24 Mei 2011. Pertemuan tertutup tersebut membahas upaya penguatan Pancasila sebagai dasar ideologi negara, salah satunya melalui pembangunan karakter (character building). Nilai-nilai budaya Indonesia perlu digali kembali melalui kearifan lokal daerah dengan berbagai keragamannya.
Menyadari pentingnya pembangunan karakter tersebut, saat ini Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Diklat Kemendagri salah satunya tengah merevisi Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2002 tentang Diklat Prajabatan dan Diklat Kepemimpinan di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Daerah. Revisi Kepmendagri tersebut di antaranya mengusung misi pembangunan karakter bangsa melalui Mata Diklat yang menjadi ciri khas Kementerian Dalam Negeri dan diberikan pada Diklat Kepemimpinan Tingkat IV, III dan II bagi pejabat di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah.

Hadirin yang saya cintai,
Hal lain yang perlu saya sampaikan adalah bahwa Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 893.3-15 Tahun 2001 tentang Penataran Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Isteri Peserta Diklat Spama dan Spamen (Diklatpim Tk. III dan Tk. II) di Jajaran Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah sebagai wujud komitmen untuk memberi peluang dan peran yang besar kepada Isteri peserta Diklatpim dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan. Untuk mengoptimalkan peran tersebut, Kepmendagri tersebut sedang dalam proses revisi dan berubah menjadi Orientasi Peranan Wanita dalam Pembangunan Keluarga dan Bangsa.
Demikian sambutan saya semoga bermanfaat. Atas suksesnya pelaksanaan Diklat ini saya ucapkan terima kasih kepada Panitia, Tenaga Pengajar/Widyaiswara, juga Pejabat dan Petugas Pusat Diklat Kemendagri Regional Yogyakarta. Dengan mengucap Alhamdulillahirabbil-’alamin, penyelenggaraan Diklatpim Tk. III Angkatan ke-92 di Pusat Diklat Kemendagri Regional Yogyakarta Tahun 2011 secara resmi saya nyatakan ditutup.

Wabillahitaufiqwalhidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KEPALA BADAN
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN


Ir. TARMIZI A. KARIM, M.Sc.
* Zainudin, M.Si. (Badan Diklat Kemendagri)
* Sambutan ini penulis susun sebagai bahan Sambutan Bapak Kepala Badan Diklat Kemendagri pada Upacara Penutupan Diklatpim Tk. III di Pusat Diklat Kemendagri Regional Yogyakarta pada tanggal 01 Juni 2011.
Diberdayakan oleh Blogger.