Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 22.03
PHYLOPOP.com - “Wajah Otonomi Dearah di Era Reformasi”, judul yang mengisyaratkan muatan komprehensif tentang substansi penyelenggaraan otonomi daerah di masa reformasi. Otonomi daerah tampilkan sambut riak penuh asa, praktek licin tak berbekas. Dielukan sebagai impian perubahan, didengungkan bercorak asa dan harap, dijalankan bermotif kesejahteraan sempit. Dan reformasi hadir sebagai angin pembaharu, juga mimpi buruk bagi tata kelola pemerintahan.

Bangunan argumen tidak sekedar mengkritik, pun juga gambarkan desain ideal otonomi daerah. Disarikan dari beragam sudut pandang tanpa menampik roh normatif konstitusi. Disajikan lugas bergaya bahasa khas pembaca. Tak menggurui, sebatas mengurai realitas otonomi daerah dan penyelenggaraan pemerintahan lokal apa adanya.

Hadir di saat yang tepat, tatkala para pemangku kepentingan getol mendesain ulang tata pengelolaan dan penyelenggaraan otonomi, menata pemilihan kepala daerah dan desain baru perdesaan. Buku yang layak jadi buah tangan menyongsong paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan daerah. Referensi ideal buat kalangan umum, birokrat, masyarakat ilmiah dan mahasiswa.

Penulis

Edgar Rangkasa lahir di Jakarta tanggal 29 November 1964. Lulus pendidikan S1 dan S2 di Jakarta. Saat ini sedang menyusun disertasi S3. Sejak tahun 1992 sampai sekarang mengabdi di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Selain sebagai pejabat struktural, penulis juga aktif menyampaikan materi Diklat bagi PNS pusat dan daerah. Buku “Wajah Otonomi Daerah di Era Reformasi” ini adalah karya kolaborasi perdananya.





Zainudin lahir di Ncera, desa kecil di pedalaman Kabupaten Bima NTB, pada 1983. Tamatkan pendidikan hingga SMA di kota kelahiran. Hijrah ke Kota Pelajar Yogyakarta tahun 2001 untuk studi S1 Ilmu Filsafat di Kampus Biru UGM. Di kampus yang sama, lulus S2 Ilmu Politik tahun 2007. Kantongi ijasah magister, ia tergerak mempraktekkan ilmu akademiknya di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sejak tahun 2009 sebagai Widyaiswara dan kerap keliling Indonesia untuk mengajar aparatur pemerintah pusat dan daerah. Kontak dapat dihubungi melalui www.phylopop.com.



Deskripsi Buku
Judul
: Wajah Otonomi Daerah di Era Reformasi
Penulis
: Edgar Rangkasa
Zainudin
Penerbit
: Danadyaksa Publisher Yogyakarta
Percetakan
: Danadyaksa Publisher Yogyakarta
Tahun Terbit
: Juli 2013
ISBN
: 978-602-17738-3-3
Jumlah Halaman
: 302
Harga
: Rp. 50.000,-
Ongkos Kirim
: Jabodetabek Rp. 15.000,-
  Pulau Jawa   Rp. 20.000,-
  Luar Jawa     Rp. 25.000,-
Alamat/Kontak
: Zainudin
Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
Jl. TM. Pahlawan Nomor 8 Kalibata Jakarta Selatan

Telp./SMS   : 081281703063 / 081578826063
web             : www.widyaiswarakemendagri.org, www.phylopop.com

Sebelum melakukan transfer uang pembelian buku, silakan melakukan kontak melalui telepon di atas terlebih dahulu, setelah itu kami akan memberitahu cara pembayaran/transfernya. Hati-hati terhadap penipuan, karena selain di toko buku di kota kesayangan Anda, buku ini hanya dapat diperoleh melalui alamat di atas tau alamat lain yang sudah kami tunjuk.




Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 08.26
PHYLOPOP.com - Tidak semua orang nyaman dengan hidup menetap di satu lokasi. Bagi pecandu petualangan, peneliti, atau kaum nomaden, berpindah-pindah tempat merupakan sebagian dari diri mereka.

Sebuah hobi, bila tidak mungkin disebut sebagai sebuah identitas, akan dilakukan selama memberikan kenyamanan. Karena itu Ábaton menciptakan hunian mikro, ÁPH80. Rumah ini berukuran sembilan kali tiga meter (sekitar 27 meter persegi). Meski berukuran kecil, cukup untuk menampung dua orang.

 "Proporsi (rumah) ini merupakan hasil studi menyeluruh oleh tim arsitek kami. Masing-masing ruang memiliki perbedaan," ujar Ábaton.

Bagian eksternal ditutup dengan menggunakan panel berwarna abu-abu semen. Rumah ini merupakan satu bentuk yang masif, sebuah bentuk monolitik. Namun, ketika sedang digunakan, rumah ini dapat "dibuka" sepenuhnya dengan pintu-pintu geser di bagian depan. Selain itu, masih ada jendela di sisi-sisi rumah ini.

Meski berukuran mungil, rumah ini sangat fungsional. Ruang keluarga dan dapur ditempatkan di tengah-tengah rumah. Sementara itu, kamar tidur dan kamar mandi berada di ujung. Semua kebutuhan dasar penghuni terangkum di dalamnya. Untuk menghindari rasa "terperangkap", langit-langit dibuat cukup tinggi, yaitu mencapai 3,5 meter pada sisi tertingginya.

Setiap hunian hanya memakan waktu pembuatan selama enam minggu dan dapat dirakit dalam satu hari. Dengan proses yang relatif cepat, ÁPH80 sukses mencapai tujuannya menjadi hunian yang menyejahterakan, memberi keseimbangan lingkungan, dan kesederhanaan bagi pemiliknya (kompas.com).



Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 10.00
PHYLOPOP.com - Halo Phylovers. Semoga sehat wal afiat adanya hari ini. Kali ini Phylopop posting info penting yang pasti Phylovers butuhkan jika dalam kondisi darurat. Namanya darurat pasti tidak disangka-sangka, apalagi dikehendaki. Yang pasti juga pasti tidak menyenangkan.

Untuk itu, Phylopop sarikan 5 tips berikut ini semoga bermanfaat jika Phylovers mengalami hal yang sama.

Nomor Darurat 112

Nomor Darurat untuk telepon genggam adalah 112 Jika anda sedang di daerah yg tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, dan HP akan mencari otomatis network apapun yang ada untuk menyambungkan nomor darurat bagi anda. Dan yang menariknya, nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad dalam kondisi di lock.

Kunci Mobil Hilang/Ketinggalan

Kunci mobil anda ketinggalan di dalam mobil? Anda memakai kunci remote? Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil & remote cadangannya ada di rumah, anda segera telpon orang rumah degan HP, lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30cm dari mobil & minta orang rumah untuk menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada dirumah. Pada waktu menekan tombol pembuka remote, minta orang rumah mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya.

HP Nokia Lowbet 

Battery cadangan darurat khusus Nokia Kalau baterai anda sudah sangat minim padahal anda sedang menunggu telpon penting ato sedang butuh menelfon dalam kondisi darurat, tapi karna telfon anda Nokia... silahkan tekan *3370#, maka telpon anda otomatis restart & baterai akan bertambah 50%. Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.

Cek Keabsahan Mobil/Motor

Tips untuk menge-Check keabsahan mobil/motor anda. (Jakarta area only) Ketik : contoh metro B86301O (no plat mobil anda) Kirim ke 1717, nanti akan ada balasan dari kepolisian mengenai data2 kendaraan anda, tips ini juga berguna untuk mengetahui data2 mobil bekas yang hendak anda beli.

Dirampok (di) ATM

Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk mengeluarkan uang dari atm, maka anda bisa minta pertolongan diam2 degan memberikan nomor pin secara terbalik, misal no asli pin anda 1254 input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb. Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit orang yang tahu.

(FP Kaligrafi).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 09.15 1
PHYLOPOP.com - Ada sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa. Disana ada seorang perempuan tua yang sangat taat beribadah. Pekerjaannya membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyambung hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika ia sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia sadar bahwa tempe yang dibuatnya dari kacang kedelai hari itu masih belum jadi, hanya separuh jadi saja. Biasanya tempe yang beliau buat telah masak sebelum ia pulang. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah memang semuanya belum masak juga.

Perempuan tua itu merasa amat sedih sebab tempe yang masih belum jadi tersebut pastinya tidak akan laku dan tiadalah rezekinya pada hari itu.

Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang taat beribadah teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa , “Tuhan, aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe. Amin”

Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya dan dia pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Namun, dia termenung sejenak sebab, kacang itu masih tetap kacang kedelai.

Namun dia tidak putus asa, sebaliknya ia berpikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Tuhan. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya kembali dan berdoa lagi. “Tuhan, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe karena inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, Amin”.

Dengan penuh harapan dan hati yang berdebar-debar dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia terpaku dan heran karena tempenya masih tetap seperti itu !!

Sementara, matahari pun semakin meninggi dan sudah tentu pasar sudah mulai didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walau bagaimanapun karena keyakinannya yg sangat tinggi, dia berencana untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu.

Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan perjalanan ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar semua tempenya akan masak. Dia berpikir mungkin keajaiban Tuhan akan terjadi sewaktu perjalanannya ke pasar.

Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. “Tuhan, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju kepasar, Engkau berikanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini. Amin”. Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya.

Sesampainya di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum jadi juga !!

Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mulai merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Dia merasa Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya jalan rezekinya, hasil jualan tempe.

Dia akhirnya cuma duduk saja tanpa memamerkan barang jualannya sebab dia merasakan bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh jadi tersebut. Sementara itu hari pun semakin petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli pun sudah mulai berkurang.

Dia melihat kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa hari ini tiada hasil jualan yang dapat dibawanya pulang.

Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Tuhan, pasti Tuhan akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahwa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa untuk yang terakhir kalinya, “Tuhan, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum menjadi ini.”

Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita.

“Maaf ya, saya ingin bertanya, apakah ibu menjual tempe yang belum jadi Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum mendapatkan juga.”

Dia termenung sejenak. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh-puluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum jadi. Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya “Tuhan, saat ini aku tidak mau kedelai ini menjadi tempe. Biarlah ini menjadi seperti semula, Amin”.

Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah senangnya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum jadi! Dia pun merasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Tuhan.

Wanita itu pun memborong habis semua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita itu pergi, dia sempat bertanya kepada wanita itu, “Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?”

Wanita itu menerangkan bahwa anaknya yang kini berada di Inggris ingin makan tempe dari desa. Mengingat tempe itu akan dikirimkan ke Inggris, si ibu tadi inginlah membeli tempe yang belum jadi supaya apabila sampai di Inggris nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak bagus lagi dan rasanya pun kurang sedap.

Perempuan tua itu pun keheranan dan berpikir, rupa-rupanya doanya itu telah dikabulkan oleh Allah.


Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 23.56
PHYLOPOP.com - Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat islam terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H. Jasad Nabi Muhammad SAW pernah terusik dan nyaris dicuri oleh orang kafir laknatullah. Akhirnya Allah menyelamatkannya dari rencana jahat yang mengancam sang nabi tercinta.

Usaha-usaha mengambil jasad nabi dari makamnya untuk dipindah ke tempat lain sudah berkali-kali dilakukan orang, diantaranya adalah yang terjadi pada tahun 557 H (1163 M). Dikisahkan dalam kitab Fusul min Tarikhil Madinah, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz.

Pada tahun itu Sultan Nuruddin Mahmud Zinki yang menguasai Mesir dan Syiria terkenal sebagai raja yang saleh dan memperhatikan Islam. Pada suatu malam ketika ia tidur di istananya di Damaskus, ia mimpi bertemu Nabi Muhammad saw, sedang menudingkan tangannya ke arah dua orang berwajah Eropa, seraya berkata, “Wahai Mahmud, tolonglah aku dari dua orang ini!”.

Kemudian ia bangun dan tertegun kaget, lalu berwudhu dan shalat dua rakaat, dan tidur lagi. Ketika sudah tertidur ia melihat seperti yang ia lihat tadi, kemudian terbangun ambil air wudhu, shalat dan tidur lagi dan yang untuk ketiga kalinya, ia bermimpi seperti yang ia lihat pada yang pertama.

Tanpa menunggu pagi, saat itu juga ia panggil menterinya yang saleh dan taat beragama bernama, Jamaluddin al-Musilly. Setelah sultan cerita semua yang ia alami tadi, maka al-Musilly dengan hati-hati berkata: “Ini pasti terjadi sesuatu yang negatif di Madinah, sekarang juga kita harus ke sana dan harus kita rahasiakan dahulu peristiwa yang Sultan alami tadi”.

Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW, bingung tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

Berkatalah menteri kepada Sultan: “Dapatkah tuan sultan memastikan dua orang itu kalau sekarang tuan sultan melihatnya?”. “Ya, pasti”, jawab Sultan.

Maka menteri langsung berdiri dan mengumumkan agar semua penduduk Madinah datang ke Masjid, karena sultan akan membagikan hadiah dan sedekah, jangan sampai ada yang ketinggalan. Kemudian satu-persatu penduduk Madinah datang dan dicatat di depan Sultan. Sampai pada orang yang terakhir, Sultan tidak melihat orang yang terlihat dalam mimpi. Lantas sultan bertanya: “Masih adakah yang lain?”.

Penduduk Madinah kemudian menjawab: “Memang masih ada, yaitu dua orang jamaah haji dari Maroko yang mukim disini, mereka saleh dan kaya, sering membagi sedekah dan selalu shalat berjamaah di Masjid Nabawi, mereka merasa sudah cukup tidak perlu ambil sedekah atau hadiah.

“Datangkan mereka kesini sekarang juga…..!”, perintah Sultan.

Terkejutlah Sultan ketika melihat dua orang itu persis dengan yang ia lihat dalam mimpi, lalu ia bertanya, “Dari mana asal kalian berdua?”... “Kami berdua dari Maroko, kami berdua beribadah haji dan ingin bermukim dekat makam Nabi satu tahun”, jawab mereka. “Apakah keterangan kalian dapat saya percayai…?”, desak Sultan agar mereka mengaku yang sebenarnya. Tetaplah mereka bersikeras pada keterangannya dan tidak mengakui apa yang mereka kerjakan sebenarnya.

Maka Sultan datang ke rumah yang mereka sewa (rumah dekat makam Nabi dari arah kiblat) dan sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah.... ternyata ada lubang gua..

Semua yang melihat jadi terkejut dan Sultan memerintahkan salah satu pengikutnya untuk masuk….. dan alangkah terkejutnya….. ternyata lubang itu menuju arah bawah Masjid Nabi dan sudah menembus tembok masjid, hampir sampai tembok makam Nabi. Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan menghantamnya dengan sangat keras "Pluaak..Pluook".. keduanyapun jatuh tersungkur.

Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa misinya untuk mencuri jasad Nabi SAW. Pengakuan mereka adalah; 1- Mereka adalah dua orang Kristen dari Spanyol, datang ke Madinah menyamar sebagai jamaah haji dari Maroko. 2- Maksud kedatangannya adalah melaksanakan tugas suci dari Liga Kristen Internasional untuk mengambil jasad Nabi Muhammad saw dan dibawa ke Eropa. 3- Dengan menggali terowongan dan membuang tanah galian ke Baqi’ setiap malam, mereka optimis berhasil mengambil jasad nabi saw. 4- Semua biaya ditanggung oleh liga tersebut.

Pada pagi harinya, setelah mengakui semua perbuatannya mereka dihukum pancung di sebelah Timur makam Nabi saw disaksikan semua penduduk Madinah. Karena peristiwa tersebut Sultan memerintah memperkuat bangunan makam dengan menggali sekelilingnya sedalam 15 meter kemudian dicor atau dibeton dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya (fanspage FB Kaligrafi).



Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 05.00
PHYLOPOP.com - Seorang anak buta duduk bersiladi sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket.

Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya.

Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.”

Ada Seorang pria yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu.Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria itu memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan. Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Lalu pria itu meminta papan yang dibawa anak itu, membaliknya,dan menuliskan beberapa kata di atasnya.

Sambil tersenyum, pria itu kemudian mengembalikan papan tersebut, lalu pergi meninggalkannya.

Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lebih deras ke dalam kaleng anak itu.

Kurang dari satu jam, kaleng anak itu sudah hampir penuh. Sebuah rejeki yang luar biasa bagi anak itu.

Beberapa waktu kemudian pria itu kembali menemui si anak lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu, lalu menanyakan apa yang ditulis sang pria di papan miliknya.

Pria itu menjawab, “Saya menulis, ‘Hari yang sangat indah, tetapi saya tidak bisa melihatnya.’ Saya hanya ingin mengutarakan betapa beruntungnya orang masih bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih karena telah diingatkan untuk selalu bersyukur.” Pria itu melanjutkan kata-katanya, “Selain untuk menambah penghasilanmu, Saya ingin memberi pemahaman bahwa ketika hidup memberimu 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah bahwa masih ada 1000 alasan untuk tersenyum.”


Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 03.38
PHYLOPOP.com - Halo Phylovers. Kali ini Phylopop share satu ilmu yang bermanfaat, terutama Phylovers yang sedang mendekatkan diri kepada-Nya. Tema kali ini tentang jenis dan kelbihan 8 syurga. Tulisan ini dikutip dari Fans Page Facebook Strawberry.

① Surga Firdaus

Surga yang diciptakan dari emas yang merah dan diperuntukan bagi orang yang khusyuk sholatnya, menjauhkan diri dari perbuataan sia², aktif menunaikan zakat, menjaga kemaluaannya, memelihara amanah, menepati janji, dan memelihara sholatnya...!!!

② Surga 'Adn

Surga yang diciptakan dari intan putih dan diperuntukkan bagi orang yang bertakwa kepada Allah (An Nahl:30-31), benar² beriman dan beramal shaleh (Thaha:75-76), banyak berbuat baik (Fathir: 32-33), sabar, menginfaqkan hartanya dan membalas kejahatan dengan kebaikan...!!! (Ar-Ra’ad:22-23­)

③ Surga Naim

Surga yang diciptakan dari perak putih dan diperuntukkan bagi orang² yang benar² bertakwa kepada Allah SWT dan beramal shaleh...!!! (Al-Qalam : 34)

④ Surga Ma'wa

Surga yang diciptakan dari jamrud hijau dan diperuntukan bagi orang² yang bertakwa kepada Allah SWT (An Najm: 15), beramal shaleh (As Sajdah: 19), serta takut kepada kebesaran Allah SWT dan menahan hawa nafsu...!!! (An Naziat : 40-41)

⑤ Surga Darussalam

Surga yang diciptakan dari yakut merah dan diperuntukkan bagi orang yang kuat imannya dan Islamnya, memperhatikan ayat² Allah SWT serta beramal shaleh...!!!

⑥ Surga Darul Muqamah

Surga yang diciptakan dari permata putih dan diperuntukkan bagi orang yang bersyukur kepada Allah SWT. Kata Darul Muaqaamah berarti suatu tempat tinggal dimana di dalamnya orang² tidak pernah merasa lelah dan tidak merasa lesu.

Tempat ini diperuntukkan kepada orang² yang bersyukur sebagaimana yang disebutkan di dalam surat Faathir ayat 35. Sedangkan surga Darul Muaqaamah ini terbuat dari permata putih...!!!

⑦ Surga Al-Maqamul Amin

Surga yang diciptakan dari permata putih...!!!

Kata Al-Maqamul Amin menurut Dr M Taquid-Din dan Dr M Khan berarti tempat yang dan diperuntukkan bagi orang² yang bertakwa. Sedangkan surga Al-Maqamul Amin ini terbuat dari permata putih...!!!

⑧ Surga Khuldi

Surga yang diciptakan dari marjan merah dan kuning diperuntukkan bagi orang yang taat menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya (orang² yang bertakwa)...!!!

Subhanallah...



Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 10.00
PHYLOPOP.com - Tak ada yang bisa pungkiri bahwa angka merupakan salah satu temuan dari kemampuan tertinggi manusia dalam mencari dan memudahkan segala hal dalam hidup. Angka juga merupakan karya besar manusia yang merupakan hadiah dari kebesaran Tuhan Pencipta Semesta.

Nah, kali ini Phylopop menyajikan betapa ajaibnya angka yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari. Mau bukti. Perhatikan sajian berikut.

" PERTAMA :
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 =
987654321

" KEDUA :
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 =
1111111111

" KETIGA :
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Hebatkan?

Coba lihat simetri ini :
" KEEMPAT :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 =
12345654321
1111111 x 1111111 =
1234567654321
11111111 x 11111111 =
123456787654321
111111111 x 111111111 =
12345678987654321

Kurang hebat ?
Sekarang lihat ini :
Jika 101% dilihat dari sudut
pandangan Matematika, apakah
ia
sama dengan 100%, atau ia
LEBIH dari 100%?

Kita selalu mendengar orang
berkata dia bisa memberi lebih
dari 100%, atau kita selalu dalam
situasi dimana seseorang ingin
kita memberi 100% sepenuhnya.

Bagaimana bila ingin mencapai
101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula
matematika dibawah ini dapat
membantu memberi
jawabannya.

Jika
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 +
18 + 19 + 1 = 99%
H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 +
11 = 99%
K-N-O-W-L-E-D-G-E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 +
7 + 5 = 96%
A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5
= 100%
Sikap diri atau ATTITUDE adalah
perkara utama untuk mencapai
100% dalam hidup kita.

Jika kita kerja keras sekalipun
tapi tidak ada ATTITUDE yang
positif
didalam diri, kita masih belum
mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 +
15 + 4 = 101%
atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12
+ 12 + 1 + 8 = 101%
( artinya, Cinta & Kasih Sayank
ALLAH melampaui Segalanya...)



Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 01.02
Ku tahu
Engkau datang atas kehendak-Nya
Kehendak Suci Nan Agung
Datang tuk sinari hati-hati yang layu
Selepas kami sibuk berburu
Silaunya dunia fana

Kini
Engkaupun bergegas pergi
Berlalu tanpa dikehendaki
Tak peduli berapa amal yang ku raih
Selama kau masih bersamaku

Ramadhan
Oh Bulan suci nan agung
Tak kuasa rasa ini melepasmu
Tak berdaya diri ini menahanmu
Tak mampu raga ini menghadangmu
Dan tak jua tangis ini menghentikanmu

Ramadhan bulan berkah
Kini kau kan pergi entah kembali
Atau kan berlalu tak jumpa lagi
Ke peraduan ilahi Rabbi

Ramadhan bulan seribu bulan
Sudikah dirimu berjumpa dengan ku
Bertemu raga yang pilu
Bertatap jiwa yang rindu
Bercakap ruh yang kaluh
Bersua kalbu yang haru
Di kala tibamu esok hari

Ya Ramadhan
Tak pedulikah Engkau
Akan waktu yang kusia-siakan
Tak acuhkah Engkau saat harimu diabaikan
Dan tak sudikah saat malammu kuelakkan

Tak ingatkan Angkau
Kala tibamu kunodai
Dengan sikap keji dan hina
Dikala harusnya Engkau dimuliakan

Maka...
Ya Ramadhan
Datanglah engkau kembali
Cucuran air mata ini jadi saksi
Kesungguhanku bermohon
Keseriusanku berharap
Akan kedatanganmu
Untukku
Pada kedatanganmu yang akan datang

Ya Ramadhan
Sudilah Engkau Kembali
Untukku....


Depok, 05 Agustus 2013
Pukul: 15.00 WIB




Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 10.00
PHYLOPOP.com - Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Petang hampir sirna. Berganti serinai malam yang perlahan jatuh di altar langit. Adzan Maghrib baru berkumandang di sejumlah masjid dan mushala. Tanda bulan suci Ramadhan baru berakhir dan malam lebaran akhirnya tiba.

Gema takbir membahana dan tahmid menggema dari segenap penjuru kampung. Namun, suara takbir dan tahmid itu serasa tak menyentuh kalbu Sumadi (36 tahun, bukan nama sebenarnya).

Ia sepertinya tak peduli dengan hari lebaran, hari di mana umat Islam dianugerahi kemenangan usai menunaikan ibadah puasa selama sebulan. Ia hanya duduk diam, tercenung di teras rumah dengan memegang botol minuman keras. Pandangannya kosong menatap langit. Sorot matanya menerawang jauh, seakan melihat dunia lain yang lebih menyenangkan.

Di saat seluruh umat Islam bersuka cita menyambut hari kemenangan dengan takbir dan tahmid, lelaki itu meninggal dunia begitu mengenaskan. Lidahnya menjulur dan matanya melotot. Jenazahnya pun terus berbalik arah ketika akan dimakamkan.

Melihat Sumadi duduk termangu seraya menenggak minuman keras, Surti (30 tahun, bukan nama sebenarnya), istri Sumadi hanya mengelus dada. Dia sempat menggeleng-gelengkan kepala, melihat ulah suaminya yang tak peduli dengan suara takbir yang berkumandang dari sejumah masjid dan mushala.

Dia tak habis pikir dan terheran-heran kenapa suaminya masih terus menenggak minuman keras di malam Idul Fitri.

“Mas, malam lebaran bukannya merayakan dengan tabiran kok malah minum!?” sungut istrinya

“Kamu itu ngomong apa? Memangnya kenapa jika aku minum? Apa gak boleh?” protes Sumadi, enteng.

“Mas semestinya pergi ke masjid, ikut takbiran, bukannya mabok...!”

Sumadi diam saja, tidak menjawab. Otaknya seperti digelayuti hawa panas; akibat reaksi alkohol yang mengalir ke ubun-ubun. Melihat ulah Sumadi yang cuek dengan keadaan sekitar membuat Surti kesal dan kecewa.

Apalagi, Sumadi sudah lama memiliki kebiasaan minum yang tak kunjung henti. Kendati demikian, Surti masih berharap agar suaminya di malam lebaran itu mau menghormati hari kemenangan umat Islam tersebut.

Bahkan, tidak sedikit orang yang meneteskan air mata di malam lebaran, karena merasa sedih ditinggal pergi bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan maghfirah.

Karena kesal, Surti akhirnya masuk ke dalam rumah. Sayang, protes diam Surti itu lagi-lagi tidak menghentikan kebiasaan buruk Sumadi. Ia justru merasa tidak ada lagi yang mengusik lagi. Ia kembali menenggak botol minuman keras yang ada di tangannya.

Setelah itu, ia tersenyum seakan meraih kemenangan yang tiada tara karena merasa melayang dan terbang ke angkasa biru. Padahal kemenangan yang dicecap Sumadi itu adalah kemenangan semu.

Setelah lama berjibaku dengan minuman keras, Sumadi seperti dicekam perasaan kesepian. Apalagi, ia sudah diprotes oleh Surti. Karena rasa sepi, sendiri dan sunyi itulah akhirnya ia memutuskan keluar rumah. Ia lalu berjalan dengan langkah sempoyongan, menyusuri jalan.

Bau alkohol yang menyeruak dari mulutnya, bergumul dengan aroma bau tubuhnya yang tidak sedap. Sesekali ia terhuyung, hampir jatuh; tetapi kedua kakinya masih bisa meniti jalan dengan benar, tidak sampai terpeleset ke selokan jalanan.

Sewaktu berjalan terhuyung-huyung itu, Sumadi sempat berpapasan dengan tetangga yang sudah kenal akrab dengannya. “Lebaran kok masih juga mabok? Nanti bisa ditarik malaikat loh...!” ujar sang tetangga, mengingatkan.

Dasar Sumadi sudah gelap mata dan hatinya telah karat, ia justru menjawab sengit, “Halahhhh, malaikat apaan!”

Tidak ada basa-basi untuk berhenti sejenak, saling menyapa dengan baik apalagi mengucap salam, Sumadi malah meneruskan jalannya yang goyah. Sementara, tetangganya yang tadi menyapa malah berjalan ke arah masjid.

Di jalanan kecil dari rumahnya itu, Sumadi terus melangkah seperti kunang-kunang yang terbang tak tentu arah. Kendati demikian, Sumadi masih bisa menyusuri jalanan ke sebuah tempat, dimana dia dan teman-temannya biasa kumpul untuk nongkrong.

Di tempat tongkrongan itu, ketiga temannya sudah lebih dulu datang dan menunggu kedatangan Sumadi. Tanpa banyak bicara, ia lalu mengambil papan dadu dan mereka pun langsung bermain dadu diselingi minum minuman keras.

Lidah Menjulur dan Mata Melotot ...

Gema takbir masih terus berkumandang, sesekali diiringi tabuhan bedug yang dipukul bertalu-talu, membuat suasana lebaran kian semarak. Tetapi, Sumadi dan ketiga temannya itu tidak peduli dengan gema takbir tersebut, mereka justru bermain dadu dan menenggak alkohol.

Tiba-tiba, tepat menjelang Isya`, tubuh Sumadi gemetaran. Sebetulnya, ia ingin melanjutkan permainan dadu dan menenggak alkohol lagi. Tetapi, tubuhnya yang sudah dimasuki minuman sejak dari rumah seperti tidak kuat menanggung beban berat yang dipikulnya.

Tanpa dinyana-nyana oleh ketiga temannya, ia tiba-tiba diterpa ketidakberdayaan dan lemah dalam seketika. Tubuh Sumadi gemetaran. Lidahnya menjulur-julur. Mata terbelalak.

“Ah payah, kamu ini…baru minum segitu aja sudah mabok dan tidak kuat,“ ledek temannya, seraya menyenggol tubuh Sumadi. Tetapi, tubuh Sumadi sudah benar-benar lemas dan tidak berdaya, hingga ia tersungkur ke tanah.

Teman-teman Sumadi masih merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi dan bahkan menyangka bahwa Sumadi sedang berpura-pura mabuk.

Tetapi Sumadi tetap diam tidak berkutik, apalagi bangkit lagi untuk bermain dadu. Sumadi tetap terkapar, tidak mampu bangun kembali. Berikutnya, ia malah kejang-kejang. Lidahnya menjulur, kedua matanya tiba-tiba melotot. Seseorang dari mereka kemudian memeriksa kondisi tubuh Sumadi, dan orang itu merasa bahwa tubuh Sumadi mengalami panas cukup tinggi.

“Sumadi, ada apa denganmu?” tanya salah seorang temannya seraya mengguncang-guncang tubuh Sumadi yang sudah kaku. Sumadi nyaris tidak bergerak..

Melihat tak ada tanda-tanda Sumadi bisa bangun, apalagi bangkit untuk berdiri, ketiganya kemudian membopong tubuh Sumadi untuk diantar ke rumah. Karena tidak ada tanda-tanda Sumadi kembali bernafas normal, akhirnya pihak keluarga melarikan Sumadi ke rumah sakit.

Sayangnya, Sumadi tidak bisa diselamatkan. Di tengah perjalanan ke rumah sakit itu, Sumadi menghembuskan nafas terakhirnya. Sumadi tidak bisa bangun lagi untuk selama-lamanya.

Sumadi, lelaki warga kampung Semangka (bukan nama sebenarnya), sejatinya bukan dikenal sebagai seorang pemabuk berat. Mengingat ia hanya seorang buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak seberapa besar.

Apalagi, dari hasil perkawinannya dengan Surti, keduanya melahirkan dua orang anak yang masih membutuhkan banyak biaya untuk sekolah.

Tidak mustahil, jika kehidupan rumah tangga Sumadi tergolong biasa-biasa saja dan tidak ada hal yang mengagumkan. Mungkin, bisa dikata tergolong miskin. Sebagai buruh bangunan, tentunya tidak setiap hari Sumadi mendapat kontrak kerja sebagai buruh bangunan.

Nahasnya, kemiskinan ini makin diperparah dengan kebiasaan minumnya. Sesuatua yang oleh agama harus dijauhi oleh siapapun tanpa pandang bulu.

Firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah [5]: 90-91)

Kaki Terbalik ...

Keesokan harinya, tepat di hari Idul Fitri, jenazah Sumadi dikebumikan. Pihak keluarga dirundung duka. Mereka tidak menyangka jika Sumadi harus meninggal di usia yang belum tergolong tua apalagi lanjut usia.

Tidak mustahil, kalau meninggalnya Sumadi itu dianggap janggal karena ia meninggal tidak dalam kondisi normal, melainkan akibat minuman keras.

Tapi, kejanggalan lain ternyata masih menghimpit prosesi pemakaman Sumadi dan itu terjadi ketika penggali kubur mengalami kesulitan saat menggali liang lahatnya. Sewaktu liang kubur Sumadi digali, tanah liang kuburnya dipenuhi akar-akar pohon.

Padahal, di sekitar liang lahat Sumadi itu sama sekali tidak ada pohon besar. Akar-akar pohon yang cukup menyulitkan itu, akhirnya, membuat liang lahat Sumadi digali tidak cukup dalam.

Cerita keanehan tidak berhenti di situ. Saat jenazahnya siap dimasukkan ke liang lahat, tiba-tiba kejadian aneh terjadi lagi.

“Astaghfirullah.....!” pekik Ustadz Khalid (50 tahun, bukan nama sebenarnya) terkaget begitu tutup kerandanya dibuka. Karena, ia menjumpai posisi jenazah terbalik di mana kepala yang seharusnya terletak di sebelah Utara, ternyata terbalik ada di sebelah Selatan.

Padahal, ketika berangkat dari rumah duka, semua yakin kalau posisi kepala almarhum ada di bagian depan. Para pelayat lain pun bingung, memandang ke arah Ustadz Khalid.

“Dibalik saja,“ suruh Ustadz Khalid.

Tiga orang kemudian serempak membetulkan posisi mayat Sumadi, dan dengan segera memutar posisi kaki almarhum ada di sebelah Selatan. Tetapi, begitu mayat mau dimasukkan ke liang lahat, kembali keanehan terjadi. Dengan sendirinya, posisi mayat Sumadi terbalik seperti tadi.

Kejadian itu, tentunya, membuat keluarga almarhum terpukul, terutama istri dan sanak keluarga terdekat. Tapi apa boleh dikata, demikianlah rahasia Ilahi yang harus kita terima, yang bisa dijadikan proses pembelajaran bagi orang-orang yang masih hidup di dunia ini.

“Balik lagi,” pinta Ustadz Khalid, setelah para pelayat bingung dan mulai panik dengan kejadian yang nyaris tidak terduga dan disangka-sangka tersebut.

Tiga orang kemudian serempak membetulkan posisi mayat Sumadi, dan dengan segera memutar posisi kaki almarhum ada di sebelah Selatan. Untung, kali ini tidak ada lagi hal yang janggal sebagaimana kejadian semula. Akhirnya jenazah Sumadi pun segera dimasukkan ke liang lahat.

Dari cerita atau iktibar ini, saya berharap orang lain bisa mengambil hikmah atau pelajaran yang ada dalam kisah nyata ini, bahwa kita tidak boleh main-main dengan ucapan maupun perbuatan, apalagi pada hari-hari besar Islam seperti hari raya Idul Fitri.

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …


Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 01.49

Pilihan adalah sebuah ketetapan
Pilihan adalah sebuah keyakinan
Pilihan adalah sebuah kepasrahan
Pilihan juga merupakan sebuah kemenangan hati

Jika pilihan sudah diputuskan
Hanya ada dua kemungkinan
Diabaikan atau disambut
Jika diabaikan
Pantasnya bersyukur
Karena masih ada peluang untuk berbenah
Meski langit seolah runtuh
Jika disambut
Maka tak ada kata lain selain alhamdulillah
Meski juga tetap sadar
Bahwa hanya ketetapan-Nya lah yang pasti

Jika hari-hari terlewat tanpa suatu kepastian
Pun juga tetap disyukuri
Karena sekarang belum saat yang tepat
Meski bimbang siap menghantui

Hanya satu keyakinan dalam hati
Jika bukan sekarang pastilah lain waktu
Dan jika bukan dia pastilah ada yang lain yang lebih tepat

Yang jelas
Tugasku sebagai lelaki telah lunas terbayar
Menyatakan kehendak suci untuk menyatukan itikat baik
Namun tetap menyadari itu barulah permulaan

Laksana seorang pemanah telah lepaskan busurnya
Pada buruan yang dikehendaki
Jauh mata memandang
Tak tampak apakah busur kenai sasaran atau tidak
Atau mungkin hanya terhempas
Di antara dedaunan kering dan semak belukar

Jika lah beruntung
Pastilah kenai bilah hatinya
Atau sumbu jantungnya
Atau setidaknya kenai tulang-tulang kakinya
Hingga tak berdaya tuk berjalan
Apalagi pindah ke lain bukit

Tentu semua keputusan ada baik buruknya
Karena anak manusia bukanlah juri yang adil apalagi jujur
Juri sejati hanyalah milik-Nya
Dan hanya Dia pula yang tahu baik buruk segala perkara

Dari jauh terbentang jarak antara dirimu dan aku
Hanya bisa berdoa apapun keputusanmu
Adalah keputusan terbaik
Amin!


Depok, 04 Agustus 2013
Pukul 13:18 WIB


Diberdayakan oleh Blogger.