Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 10.00
PHYLOPOP.com - Gaya hidup sehat kini mulai menjamur. Banyak orang berlomba-lomba mengubah pola hidup hingga pola makan mereka demi hidup yang lebih sehat.

Hal-hal yang berbau instan mulai ditinggalkan. Kini bahan makanan organik menjadi buruan para ibu. Mereka juga lebih kritis dalam memilih bahan makanan termasuk camilan.

Demi kesehatan banyak ibu-ibu yang memilih untuk membuat sendiri camilan sehat bagi anak-anaknya. Tapi bagaimana dengan ibu-ibu yang bekerja?  Bagi Anda yang tak punya cukup waktu untuk membuat camilan sendiri, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih makanan jadi di pasaran.

Pemanis
Pastikan pemanis yang digunakan oleh makanan pilihan Anda adala yang alami. Pemanis buatan memiliki efek jangka panjang yang berbahaya bagi tubuh.

Bahan pengawet
Jangan pilih makanan jadi dengan bahan pengawet yang berbahaya. Pilihlah camilan yang diproses secara alami dan dikemas dengan baik sehingga tak memerlukan bahan pengawet.

Pewarna
Camilan yang menarik bagi anak-anak biasanya yang memiliki warna yang terang. Padahal, tak semuanya menggunakan pewarna alami dan tidak berbahaya. Pastikan camilan yang Anda pilih dibuat dari pewarna yang aman bagi makanan dan alami.

Salah satu camilan sehat yang bisa jadi pilihan Anda adalah aneka biskuit dari Julie’s. Biskuit sandwich, wafer rolls, waffle, dan aneka biskuit mentega keluaran Julie’s dibuat dengan teknologi tinggi, bahan-bahan berkualitas dan alami.

Julie’s juga menjamin kebersihan dan kesehatan produknya. Mareka memastikan produk Julie’s terbebas dari zat-zat berbahaya, sehingga aman dikonsumsi oleh semua umur, termasuk anak-anak (yahoo!).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 02.45
Salah Satu Tempat Ibadah Agama Baha'i
PHYLOPOP.com - Halo Phylovers gimana kabarnya di liburan lebaran kali ini? Semoga sehat selalu setelah tentunya bersalaman dan bermaafan dengan kerabat dan sanak family. Amin!

Mengisi liburan dan sebagai bahan bacaan selepas Bulan Ramadhan, kali ini Phylopop sajikan terkait Agama Baha'i. Agama Baha'i akhir-akhir ini hangat diberitakan berbagai media online. Penganutnya di Indonesia menyebar di berbagai daerah. Bahkan pemerintah dikabarkan akan mengakui Baha'i sebagai salah satu agama yang diakui berlaku di Indonesia selain Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu dan Konghucu.

Pertanyaan Phylopop, benarkah Baha'i sebuah agama tersendiri dan bukan merupakan suatu aliran kepercayaan? Benarkah pemerintah kita mengakuinya sebagai agama resmi di Indonesia? Alasan apa yang mendasari pengakuan tersebut?

Itu hanya sekelumit pertanayaan yang muncul bagi Phylopop, yang mungkin juga mewakili apa yang menjadi pemikiran Phylovers di seluruh Indonesia.

Sejarah Kelahiran 

Pada tahun 1844 Sayyid ‘Alí Muhammad dari Shíráz, Iran, yang lebih dikenal dengan gelarnya Sang Báb (artinya “Pintu” dalam bahasa Arab), mengumumkan bahwa dia adalah pembawa amanat baru dari Tuhan. Dia juga menyatakan bahwa dia datang untuk membuka jalan bagi wahyu yang lebih besar lagi, yang disebutnya “Dia yang akan Tuhan wujudkan”. Antara lain, Sang Báb mengajarkan bahwa banyak tanda dan peristiwa yang ada dalam Kitab-kitab suci harus dimengerti dalam arti kias, bukan arti harfiah.

Agama Báb tumbuh dengan pesat di semua kalangan di Iran, tetapi juga dilawan dengan keras, baik oleh pemerintah maupun para pemimpin agama. Sang Báb dipenjarakan di benteng Máh-Kú di pegunungan Azerbijan, di mana semua penduduk bersuku bangsa Kurdi, yang dikira membenci orang Syiah; tetapi tindakan itu tidak berhasil memadamkan api agamanya, dan mereka pun menjadi sangat ramah terhadap Sang Báb.

Kemudian dia dipenjarakan di benteng Chihríq yang lebih terpencil lagi, tetapi itu juga tidak berhasil mengurangi pengaruhnya. Pada tahun 1850 Sang Báb dihukum mati dan dieksekusi di kota Tabríz. Jenazahnya diambil oleh para pengikutnya secara diam-diam, dan akhirnya dibawa dari Iran ke Bukit Karmel di Palestina (sekarang Israel) dan dikuburkan di suatu tempat yang ditentukan oleh Bahá’u’lláh. Makam Sang Báb kini menjadi tempat berziarah yang penting bagi umat Bahá’í

Antara tahun 1848 dan 1852, lebih dari 20.000 penganut agama Báb telah dibunuh, termasuk hampir semua pemimpinnya. Mírzá Husayn ‘Alí yang lebih dikenal dengan gelarnya Bahá’u’lláh (artinya “Kemuliaan Tuhan” dalam bahasa Arab) adalah seorang bangsawan Iran yang menjadi pendukung utama Sang Báb. Pada tahun 1852, ketika Bahá’u’lláh ditahan di penjara bawah tanah Síyáh-Chál (“lubang hitam”) di kota Teheran, dia menerima permulaan dari misi Ilahinya sebagai “Dia yang akan Tuhan wujudkan” sebagaimana telah diramalkan oleh Sang Báb.

Pada tahun 1863, di sebuah taman yang diberi nama Taman Ridwán, Bahá’u’lláh mengumumkan misinya kepada para pengikut Báb yang berada di Baghdad, dan sejak itu agama ini dikenal sebagai agama Bahá’í.

Pada tahun 1868, Bahá’u’lláh diasingkan ke kota ‘Akká di Palestina (sekarang Israel), yang pada waktu itu dipakai sebagai penjara oleh kekaisaran Usmani. Dalam Kitáb-i-‘Ahd, surat wasiatnya, Bahá’u’lláh telah menunjuk putranya, ‘Abdu’l-Bahá sebagai pemimpin agamanya dan Penafsir tulisannya. Hal itu menjamin agar agama Bahá’í tidak mengalami perpecahan.

‘Abdu’l-Bahá telah mengalami pembuangan dan pemenjaraan yang panjang bersama ayahnya. Setelah dia dibebaskan sebagai akibat dari “Revolusi Pemuda Turki” (pada tahun 1908), dia mengadakan suatu perjalanan besar selama tahun 1910-1913 ke Mesir, Inggris, Skotlandia, Perancis, Amerika Serikat, Jerman, Austria, dan Hungaria, di mana dia mengumumkan prinsip-prinsip ajaran Bahá’í. ‘Abdu’l-Bahá juga mengirimkan ribuan surat ke masyarakat-masyarakat Bahá’í setempat di Iran, dengan akibat umat itu yang dahulu miskin dan hina menjadi berpendidikan dan mandiri. ‘Abdu’l-Bahá wafat di Haifa pada tahun 1921, dan kini dikuburkan di salah satu ruang dari Makam Sang Báb.

Konsep Ketuhanan 

Para penganut agama Bahá’í beriman kepada Tuhan Yang Esa, dan Bahá’u’lláh menegaskan bahwa semua percobaan untuk memahami atau mengisyaratkan Realitas Ilahi dalam pernyataan mana pun, tidak lain hanyalah penipuan diri: "Bagi mereka yang berilmu dan hatinya diterangi, telah terbukti bahwa Tuhan, Hakikat yang tak dapat diketahui, Keberadaan Suci, sangatlah dimuliakan melebihi segala sifat manusia, seperti keberadaan jasmani, naik dan turun, maju dan mundur. Jauhlah dari kemuliaan-Nya bahwa lidah manusia dapat mengatakan pujian yang cukup bagi-Nya, atau hati manusia memahami rahasia-Nya yang tak terkira."

Menurut ajaran Bahá’í, alat yang dipakai oleh Pencipta segala makhluk untuk berinteraksi dengan ciptaan-Nya yang terus berevolusi adalah munculnya Sosok-sosok kerasulan yang mewujudkan sifat-sifat dari Ketuhanan Yang tak dapat dijangkau itu: "Oleh karena pintu pengetahuan Sang Purba ditutup sedemikian rupa di depan wajah semua makhluk, maka Sumber kemuliaan yang tak terhingga … telah menyebabkan para Permata Kesucian muncul dari alam rohani, dalam bentuk mulia badan manusia dan dijelmakan kepada seluruh umat manusia, agar mereka membagikan rahasia Tuhan … kepada dunia, dan mengabarkan tentang kehalusan Hakikat-Nya yang kekal." Menurut Bahá’u’lláh, apa yang dimaksud dengan "mengenal Tuhan", adalah mengenal para Perwujudan yang menyatakan kehendak-Nya dan sifat-sifat-Nya, dan justru di sinilah jiwa menjadi akrab dengan Pencipta Yang melebihi bahasa maupun pemahaman.

Agama Bahá’í menganggap para "Perwujudan Tuhan" itu, yang telah menjadi pendiri agama-agama besar di dunia, sebagai wakil Tuhan di bumi dan pembimbing utama umat manusia. Menurut ajaran Bahá’u’lláh, semua perbedaan dan pembatasan yang berkaitan dengan wahyu mereka masing-masing telah ditentukan oleh Tuhan sesuai dengan kebutuhan misinya. Oleh karena itu, orang-orang Bahá’í tidak meninggikan salah satu Perwujudan di atas yang lainnya, tetapi menganggap, dalam kata-kata Bahá’u’lláh, bahwa mereka semua "berdiam dalam kemah yang sama, membubung di langit yang sama, duduk di atas takhta yang sama, mengucapkan sabda yang sama, serta mengumumkan Agama yang sama".

Ajaran-Ajaran Inti

Dari banyak ajaran Bahá’í, dua belas asas yang bersifat sosial berikut ini paling sering dikutip:
- Keesaan Tuhan
- Kesatuan agama
- Persatuan umat manusia
- Persamaan hak antara kaum wanita dan kaum pria
- Penghapusan segala macam prasangka buruk
- Perdamaian dunia
- Persesuaian antara agama dan ilmu pengetahuan
- Mencari kebenaran secara bebas
- Keperluan untuk pendidikan universal yang wajib
- Keperluan untuk bahasa persatuan sedunia
- Tidak boleh campur tangan dalam politik
- Penghapusan kemiskinan dan kekayaan yang berlebih-lebihan

Kebanyakan hukum Bahá’í terdapat dalam Kitáb-i-Aqdas tetapi hukum-hukum itu akan diterapkan secara bertahap sesuai dengan keadaan masyarakat. Beberapa hukum Bahá’í yang sudah berlaku secara umum adalah yang berikut ini:
- Sembahyang wajib Bahá’í.
- Membaca tulisan suci tiap hari.
- Dilarang bergunjing dan memfitnah.
- Menjalankan puasa Bahá’í tiap tahun.
- Minuman beralkohol dan obat bius dilarang, kecuali untuk perawatan medis.
- Hubungan seksual di luar nikah, dan homoseksual dilarang.
- Dilarang berjudi.

Dalam ajaran Bahá’í, memisahkan diri dari dunia tidak diperbolehkan, tetapi sebaliknya manusia harus bekerja. Melakukan pekerjaan yang berguna dianggap beribadah.

Jumlah Pengikut

Sumber-sumber Bahá’í biasanya memperkirakan jumlah penganut Bahá’í di atas 5 juta. Kebanyakan sumber lain memperkirakan antara 5-6 juta.

Menurut The World Almanac and Book of Facts 2004, Kebanyakan penganut Bahá’í hidup di Asia (3,6 juta), Afrika (1,8 juta), dan Amerika Latin (900.000). Menurut beberapa perkiraan, masyarakat Bahá’í yang terbesar di dunia adalah India, dengan 2,2 juta orang Bahá’í, kemudian Iran, dengan 350.000, dan Amerika Serikat, dengan 150.000. Selain negara-negara itu, jumlah penganut sangat berbeda-beda. Pada saat ini, belum ada negara yang mayoritasnya beragama Bahá’í. Guyana adalah negara dengan persentase penduduk yang beragama Bahá’í yang paling besar (7,0%).

Encyclopedia Britannica Book of the Year (1992-kini) memberikan informasi sebagai berikut: agama paling tersebar di dunia setelah Nasrani menurut jumlah negeri di mana para penganut tinggal, ada di 247 negeri di seluruh duni, anggotanya berasal dari lebih dari 2.100 suku, ras, dan suku bangsa, dan tulisan suci Bahá’í telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 800 bahasa.

Rumah Ibadah

Rumah ibadah Bahá’í dinamakan “Mashriqu’l-Adhkár” (“Tempat-terbit pujian kepada Tuhan”), yakni tempat untuk berdoa, meditasi dan melantunkan ayat-ayat suci Bahá’í dan agama-agama lain. Rumah ibadah Bahá’í ini terbuka bagi orang-orang dari semua agama.

Rumah ibadah Bahá’í bertemakan ketunggalan: harus mempunyai sembilan sisi dengan sebuah kubah di tengahnya, dan direncanakan untuk masa depan sebagai pusat dari berbagai lembaga sosial bagi masyarakat setempat, termasuk rumah sakit, universitas, rumah jompo, dan lain sebagainya. Sampai sekarang di seluruh dunia ada tujuh Rumah ibadah Bahá’í—di New Delhi, India; Kampala, Uganda; Frankfort, Jerman; Wilmette, Illinois, Amerika Serikat; Panama City, Panama; Apia, Samoa Barat; dan Sydney, Australia.

Baha'i di Indonesia 

Baha’i masuk ke Indonesia sekitar tahun 1878, dibawa oleh dua orang pedagang dari Persia dan Turki, yaitu Jamal Effendi dan Mustafa Rumi. Dalam situs resmi agama Baha'i di Indonesia, dijelaskan, agama Baha’i adalah agama yang independen dan bersifat universal, bukan sekte dari agama lain. Namun, berapa jumlah pemeluk Baha'i di Indonesia hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti.

Pada tanggal 24 Juli 2014, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan melalui akun Twitternya bahwa ia tengah mengkaji Baha'i apakah bisa diterima sebagai agama baru di Indonesia atau tidak. Kajian ini dilakukan setelah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengirimkan surat yang mempertanyaan perihal Baha'i ini.

Tanggapan Menteri Agama 

Lukman membeberkan, bahwa pengakuan Baha'i sebagai agama baru, setelah Menteri Dalam Negeri mengirimkan surat pertanyaan soal Baha'i ini.

Berikut penjelasan Lukman melalui akun twitter pribadi miliknya:

"1. Awalnya Mendagri bersurat, apakah Baha'i memang benar merupakan salah saru agama yg dipeluk penduduk Indonesia? #Baha'i."

"2. Pertanyaan ke Menag itu muncul terkait keperluan Kemendagri memiliki dasar dlm memberi pelayanan administrasi kependudukan. #Baha'i"

"3. Selaku Menag saya menjawab, Baha'i merupakan agama dari sekian banyak agama yg berkembang di lebih dari 20 negara. #Baha'i"

"4. Baha'i adalah suatu agama, bukan aliran dari suatu agama. Pemeluknya tersebar di Banyuwangi (220 org), Jakarta (100 org), #Baha'i"

"5. Medan (100 org), Surabaya (98 org), Palopo (80 org), Bandung (50 org), Malang (30 org), dll. #Baha'i"

"6. Saya menyatakan bahwa Baha'i adalah termasuk agama yg dilindungi konstitusi sesuai Pasal 28E dan Pasal 29 UUD 1945. #Baha'i"

"7. Berdasar UU 1/PNPS/1965 dinyatakan agama Baha'i merupakan agama di luar Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.. #Baha'i"

"8. ... yg mendapat jaminan dari negara dan dibiarkan adanya sepanjang tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. #Baha'i"

"9. Saya berpendapat umat Baha'i sebagai warganegara Indonesia berhak mendapat pelayanan kependudukan, hukum, dll dari Pemerintah. #Baha'i"

Menteri Agama Lukman Hakim Safuddin membantah menyatakan Baha'i sebagai agama baru. Lukman mengaku hanya mengatakan Baha'i sebagai agama mandiri dan dianut sejumlah masyarakat Indonesia.

Lukman menuturkan maksud cuitannya melalui akun Twitter @lukmansaifuddin pada Jumat, 25 Juli 2014, soal Baha'i adalah untuk menjawab pertanyaan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Pertanyaan itu, ujar Lukman, terkait dengan tugas Gamawan untuk memberikan pelayanan pada masyarakat.

Menurut Lukman, ada dua pertanyaan yang diajukan Gamawan, yaitu apakah Baha'i agama dan apakah ada warga negara Indonesia yang memeluk Baha'i. "Lalu, saya katakan, Baha'i benar satu agama. Baha'i bukan sekte. Ia agama yang berdiri sendiri," tutur Lukman.

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ini dalam cuitannya menyatakan para warga negara Indonesia yang menjadi pemeluk Baha'i tetap berhak mendapat pelayanan kependudukan dan hukum dari pemerintah.

Tanggapan Din Syamsuddin 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan Pemerintah Indonesia harus menjamin dan melindungi masyarakat yang menganut ajaran Baha'i. "Pemerintah sesuai dengan UUD 1945 Pasal 29 wajib menjamin dan melindungi kebebasan warga negara untuk memeluk dan menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama masing-masing, termasuk adanya warga Negara Indonesia yang menganut ajaran Baha'i," kata Din Syamsuddin di Bantul, Yogyakarta, Senin (28/7/2014).

Menurut dia, saat ini hanya beberapa agama yang mendapatkan pengakuan sosial, yaitu lima atau enam agama, dan yang mayoritas di Indonesia adalah Islam. "Maka, selama agama itu kecil, namun keberadaannya riil ada di masyarakat, dan betul-betul sebagai agama. Maka, negara tidak bisa menghalangi," katanya.

Namun, kata dia, jika ajaran tersebut bukan agama, tetapi hanya mengaitkan dengan agama yang telah ada, dan menyelewengkan ajarannya, maka hal tersebut tidak bisa dikatakan agama. "Ahmadiyah tidak bisa dikatakan agama, karena dia mencatolkan diri dengan Islam. Keyakinannya bertentangan dengan aqidah Islam yaitu dengan adanya nabi baru yakni Mirsa Gulam Ahmad. Namun, Baha'i atau ajaran kecil lainnya merupakan agama yang telah eksis di dunia," katanya.

Din mengatakan sebagai presiden tokoh-tokoh agama Asia dan tokoh-tokoh agama sedunia, ajaran Baha'i adalah suatu agama tersendiri, meski secara sejarah Baha'i lahir dalam kandungan Islam. "Pendiri Baha'i seorang sufi yang mengkristal menjadi agama tersendiri, sama seperti beberapa ajaran lain yang ada di Indonesia yang berkembang menjadi agama tersendiri," katanya.

Penutup

Menganut suatu agama atau kepercayaan tertentu merupakan hak asasi yang dilindungi konstitusi kita. Jika suatu aliran/kepercayaan itu lahir dan berkembang dalam masyarakat, kewajiban negara untuk melindunginya. Namun jika itu suatu agama, maka untuk mendapatkan perlindungan dan pengakuan dari negara harus diakui secara syah oleh lembaga yang berwenang dalam hal ini Kementerian Agama. Dengan demikian keberadaannya akan terjamin dan dilindungi negara.

Kenyataan Baha'i sebagai aliran kepercayaan atau sebagai suatu agama tentu mendapat perlakuan yang berbeda dari negara. Jika Baha'i adalah agama, harus dipastikan terlebih dahulu ia bukan merupakan aliran kepercayaan dan tidak boleh bertentangan dengan agama-agama yang sudah diakui secara resmi di Indonesia. Artinya untuk diakui sebagai sebuah agama, Baha'i haruslah merupakan agama yang independen agar tidak menodai agama lain.

Namun ditilik dari sejarah dan keberadaannya di berbagai negara, Baha'i merupakan sebuah agama dan bukan sebuah aliran kepercayaan. Tak dipungkiri memang sebagian kajian mengatakannya sebagai salah satu aliran Syiah.

Dalam konteks Indonesia, yang bisa Phylopop simpulkan adalah meskipun Baha'i termasuk agama yg dilindungi konstitusi sesuai Pasal 28E dan Pasal 29 UUD 1945, akan tetapi secara konkrit pengakuan tersebut mutlak ditetapkan oleh lembaga berwenang agar bisa sama pelakuannya dengan agama Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu dan Konghucu yang sudah terlebih dahulu diakui.

Bagaimana tanggapan Phylovers? Silakan beri komentar di kolom komentar di bawah ini.

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 11.44
PHYLOPOP.com - Siapa yang tidak kenal dengan pria bernama lengkap James David Rodriguez Rubio? Rasanya semua penggila bola mengenal atau paling tidak melihat aksinya di lapangan hijau. Namanya semakin meroket ketika berhasil tampil prima di Piala Dunia di Brazil Tahun 2014 lalu.

James mengawali karir profesional bersama klub Envigado. Pada tahun 2008, ia hengkang ke klub Banfield. Dua musim berseragam Banfield, James total mengoleksi 42 caps dan 5 gol.

Pada musim panas 2010/11, James hijrah ke Porto dengan nilai transfer sebesar €5,1 juta atau setara Rp83,74 miliar. Bersama Porto, James Rodriguez sukses meraih tiga gelar domestik secara beruntun. Total ada 8 gelar yang disumbangkan Rodriguez untuk Dragoes. Selama membela Porto, 32 gol dari 105 pertandingan telah ia kemas.

Talenta luar biasa James Rodriguez memikat klub-klub kaya Eropa untuk meminangnya. Pada bura transfer 2013/14, ia hijrah ke AS Monaco dengan nilai transfer €45 juta atau setara Rp738,88 miliar. Di musim perdananya, Rordiguez mencetak 10 gol dari 28 penampilan.

Sementara karirnya di Timnas Kolombia berawal pada 2011 lalu, sejauh ini 10 gol ia kemas dari 26 penampilan.

Berikut foto-foto seksi dan unik James David Rodriguez Rubio yang berhasil dikumpulkan Phylopop, baik saat berlaga di lapangan hijau, saat bersama anak dan isteri, bahkan ketika berada di kamar ganti.

Aksi 1

Aksi 2

Aksi 3

Aksi 4

Aksi 5

Aksi 6

Aksi 7

Aksi 8

Aksi 9

Aksi 10

Aksi 11

Aksi 12

Aksi 13

Aksi 14

Aksi 15

Aksi 16

Aksi 17

Aksi 18

Aksi 19

Aksi 20

Aksi 21

Aksi 22

Aksi 23

Aksi 24

Aksi 25

Aksi 26

Aksi 27

Aksi 28

Aksi 29

Aksi 30
Demikian semoga aksi-aksi seksi dan unik James Rodriguez Colombia ini bisa menghibur Phylovers semua dimana pun berada.

Foto aksi unik dan seksi yang nomor berapa yang kira-kira Phylovers suka? Silakan beri komentar pada kolom komentar di bawah ini.

Salam Phylopop!

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 10.47
PHYLOPOP.com - Sebelum Piala Dunia 2014 digelar tak banyak yang mengenal sosok James Rodriguez. Nama penyerang lubang Kolombia ini kalah tenar dibandingkan Lionel Messi, Neymar, maupun Cristiano Ronaldo.

Banyak juga yang memprediksi Kolombia tak akan melangkah jauh tanpa kehadiran Radamel Falcao yang cedera. Namun, ternyata Rodriguez mementahkan semua prediksi. Pemain 22 tahun ini mampu menjadi mesin gol Kolombia menggantikan peran yang sebelumnya identik dengan Falcao.

Pencapaian Rodriguez sejauh ini tergolong fenomenal. Dia selalu mencetak gol dalam semua pertandingan Kolombia di Brasil dimulai dari babak kualifikasi. Di babak 16 besar, dua gol Rodriguez membuat Kolombia menang 2-0 dan menghentikan langkah Uruguay.

Berkat gol-golnya, Rodriguez kini menjadi top scorer sementara Piala Dunia dengan 5 gol. Dia sukses menggeser nama-nama tenar yakni Thomas Mueller (Jerman), Lionel Messi (Argentina), dan Neymar (Brasil).

Siapa sebenarnya Rodriguez? Memulai karier di klub lokal, Evigado pada 2007, Rodriguez lalu mencoba peruntungan bersama klub Argentina, Banfield. Sinar terangnya mulai terlihat saat dibeli klub Portugal, Porto pada musim panas 2010-11 dengan nilai transfer €5,1 juta atau setara Rp83,74 miliar.

Bersama Porto, Rodriguez sukses meraih tiga gelar domestik secara beruntun. Total ada 8 gelar yang disumbangkan Rodriguez untuk Dragoes. Sebanyak 32 gol disumbangkan dari 105 penampilan.

Bakat Rodriguez memikat klub kaya-raya asal Prancis, AS Monaco. Tak tanggung-tanggung, dana sebesar €45 juta atau setara Rp738,88 miliar dikeluarkan Monaco untuk memboyong Rodriguez. Nilai tersebut menjadi yang terbesar kedua dalam sejarah Portugal setelah Hulk (€60 juta dari Porto ke Zenit Saint Petersburg).

Musim pertama bersama Monaco, Rodriguez mencetak 10 gol dari 38 penampilan. Dia juga membawa klub promosi itu finis sebagai runner-up Ligue 1.

Nama Asli : James David Rodriguez Rubio
Tanggal Lahir : 12 Juli 1991 (22 Tahun)
Warga Negara : Kolombia
Posisi Bermain : Winger, Attacking midfielder
Klub Saat Ini : As Monaco
Tinggi : 180cm
Posisi bermain : Second Striker
No punggung : 10

No.  Nama Klub  Durasi Kontrak
1.  Envigado          2007–2008 
2.  Banfield            2008–2010 
3.  Porto                2010–2013 
4.  Monaco            2013

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 10.00
PHYLOPOP.comKata gaib sebenarnya berasal dari Bahasa Arab (غاب-يغيب-غيب) yaitu tidak tampak, tertutup, pergi (Lihat: Muhammad bin Mukram bin Mandzur (w. 711 H), Lisan al-Arab, hal. 1/ 654). Jadi segala sesuatu yang tak tampak dari panca indera manusia sebenarnya bisa dikatakan sebagai hal gaib. Dalam Alquran sendiri kata-kata gaib biasanya merujuk kepada lawan sesuatu yang tampak. Kata gaib dan derivasinya disebutkan sekitar 54 kali. Maka dalam Islam, beriman kepada hal-hal gaib adalah termasuk rukun iman. Disebutkan dalam Surat al-Baqarah: 2

هدى للمتقين الذين يؤمنون بالغيب
(Alquran) menjadi petunjuk kepada orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang beriman kepada hal-hal gaib.
Segala sesuatu yang tak tampak dari panca indera manusia, tetapi disebutkan dalam Alquran bisa disebut dengan hal gaib, seperti malaikat, hari akhir, alam kubur, jin dan lain sebagainya termasuk takdir dan masa depan seseorang. Tetapi sekarang, sepertinya ada penyempitan makna hal gaib atau alam gaib. Alam gaib diidentikkan dengan alam jin saja. Maka berinteraksi dengan alam gaib identik dengan berinteraksi dengan jin. Alam gaib identik dengan alam jin saja. Terkait pandangan Islam terhadap interaksi manusia dengan alam jin, maka disini ada beberapa permasalahan. Pertama, apa mungkin seseorang dapat melihat jin. Kedua, bagaimana hukum bermuamalah dengan jin. Disebutkan dalam Alquran Surat al-A’raf: 27

إنه يراكم هو وقبيله من حيث لا تروهم
Jin dan golongannya mereka melihat kalian (wahai manusia), tanpa kalian bisa melihat mereka.
Ayat ini secara sekilas menjelaskan bahwa manusia tidak bisa melihat bangsa jin, tetapi jin bisa melihat manusia. Maka Imam Syafi’i (w. 204 H) pernah berkata sebagaimana dituliskan oleh Muhammad bin Husain al-Abiri (w. 363 H) dalam kitabnya Manaqib as-Syafi’i, 1/ 91:

عن حرملة بن يحيى، قال: سمعت الشافعي يقول: (من زعم من أهل العدالة أنه يرى الجن أبطلنا شهادته لقول الله تعالى {إنه يراكم هو وقبيله من حيث لا تروهم} ، إلا أن يكون نبي)
Dari Harmalah dia mendengar Imam Syafi’i berkata: Jika ada orang yang berpredikat adil, dia menyangka bisa melihat jin maka kami akan batalkan kesaksiannya, kecuali jika dia seorang Nabi.
Secara sekilas memang Imam Syafi’i tidak percaya bahwa seseorang bisa melihat jin. Dalilnya adalah ayat diatas. Tetapi Ibnu Hajar al-Asqalani as-Syafi’i (w. 852 H) dalam kitabnya Fathu al-Bari, hal. 4/ 489 menjelaskan lebih lanjut:

وأنه قد يتصور ببعض الصور فتمكن رؤيته وأن قوله تعالى إنه يراكم هو وقبيله من حيث لا ترونهم مخصوص بما إذا كان على صورته التي خلق عليها
(Jin) itu bisa berubah-ubah bentuk dan mungkin bisa dilihat oleh manusia. Adapun firman Allah “sesungguhnya mereka dan golongannya melihatmu sedangkan kalian tidak bisa melihatnya” itu khusus pada bentuk jin yang asli.
Jadi, mungkin saja bagi manusia melihat jin dalam bentuk yang tidak asli, yaitu ketika jin berubah bentuk lain. Hal ini pernah terjadi pada salah satu sahabat Nabi Ubay bin Ka’ab. Suatu ketika beliau menangkap jin yang mencuri kurma di kebunnya. Ubay bin Ka’ab berkata kepada Jin, “Apa yang bisa menyelamatkan kami (manusia) dari (gangguan) kalian?” Si jin menjawab, “Ayat Kursi… Barangsiapa membacanya di waktu sore, maka ia akan dijaga dari (gangguan) kami hingga pagi, dan barangsiapa membacanya di waktu pagi, maka ia akan dijaga dari (gangguan) kami hingga sore”. Lalu paginya Ubay menemui Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- untuk menuturkan hal itu, dan beliau menjawab:

صَدَقَ الْخَبِيثُ
“Si buruk itu berkata benar”. (HR. Hakim 2064, Ibnu Hibban 784, Syuaib al-Arnauth mengatakan: Sanad-nya kuat).
Bahkan Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) menjelaskan dalam kitabnya Majmu’ al-Fatawa, hal. 15/ 7, bahwa melihat jin itu tak hanya bisa dialami oleh orang yang saleh saja, orang yang tidak saleh juga bisa melihat. Beliau berkata:

بل قد يراهم الصالحون وغير الصالحين أيضا؛ لكن لا يرونهم في كل حال
Melihat jin itu bisa dialami oleh orang yang saleh maupun yang tak saleh, tetapi melihatnya tidak setiap waktu.
Perlu diketahui bahwa jin itu sebagaimana manusia, ada yang muslim ada pula yang non-muslim, ada yang baik tetapi banyak yang jahat. Alquran mencatat bahwa dahulu Nabi Sulaiman AS pernah memiliki pegawai dari bangsa jin. Sebagaimana dalam Surat Saba’: 12

ومن الجن من يعمل بين يديه بإذن ربه
Dan dari jin ada yang bekerja kepada Sulaiman atas ijin Allah Tuhan Sulaiman.
Maka berinteraksi dengan jin ini memiliki beberapa hukum. Bisa jadi baik dan boleh, yaitu jika manusia menyuruh jin untuk berbuat kebaikan, untuk beribadah kepada Allah SWT. Bisa jadi mubah atau boleh, jika manusia memerintahkan jin untuk melakukan sesuatu yang mubah juga, sebagaimana juga meyuruh manusia untuk berbuat sesuatu yang mubah. Tapi bisa menjadi haram, jika memerintahkan jin untuk melaksanakan sesuatu yang haram, seperti membunuh, mengganggu dan lainnya (lihat: Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), Majmu’ al-Fatawa: 11/ 307). Tetapi jika manusia meminta perlindungan kepada jin, maka itu tidak boleh. Sebagaimana jelas disebutkan dalam Surat al-Jin: 6

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”
Memang jin, dilihat dari sudut pandang manusia itu disebut alam gaib. Tetapi sebenarnya bangsa jin itu sendiri juga tidak bisa mengetahui hal-hal gaib. Maksudnya, ada hal-hal gaib yang hanya diketahui oleh Allah saja, misalnya tentang takdir seseorang. Sebagaimana disebut dalam Alquran Surat al-An’am: 59:

وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلا هو
Allah memiliki kunci-kunci sesuatu yang gaib yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Dia saja.
Apa buktinya bahwa jin tidak mengetahui sesuatu yang gaib? Buktinya adalah meninggalnya Nabi Sulaiman. Disebutkan dalam Alquran surat Saba’: 14:

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ
Tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.
Di sini memberikan gambaran yang jelas bahwa jin tidak tahu hal-hal gaib. Mereka hanya mampu mengetahui apa-apa yang tertangkap oleh indera mereka saja.
Seorang mufassir; Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa jin tidak tahu kematian Nabi Sulaiman bahkan sampai sekitar satu tahun lamanya. Baru tahu ketika tongkat yang dibuat sandaran Nabi Sulaiman itu roboh dan rusak dimakan rayap. Sampai Nabi Sulaiman juga ikut roboh (lihat: Ibnu Katsir (w. 774 H), Tafsir Ibnu Katsir, hal. 6/ 503). Maka jika ada seorang yang bisa mengetahui sesuatu hal gaib atas pemberitahuan jin, janganlah percaya. Bahkan jika dia bertitel ustaz atau kiai sekalipun (yahoo!!).


Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 08.23
PHYLOPOP.comKesamaan pandangan tentang Yahudi dan persatuan global membuat Hitler dan Amin al-Husseini bekerjasama.
30 April 1941. Hitler mengirim surat balasan kepada Raja Farouk –raja kesepuluh dari Dinasti Muhammad Ali, yang menggantikan ayahnya, Fuad I, pada 1936– dari Mesir. Surat itu antara lain berisi pernyataan bahwa Hitler, “dengan senang hati akan mempertimbangkan satu kerjasama yang lebih erat,” sebagaimana dikutip John Roy Carlson dalam Cairo to Damascus. Hitler lalu meminta Farouk mengirim seorang agen rahasia resmi ke tempat “netral” untuk mendiskusikan kerjasama tersebut. Tempat yang disarankan Hitler: Bukares, Rumania, atau Ankara, Turki.
Saat itu Perang Dunia II sedang berlangsung. Serupa dengan masa-masa sebelumnya, persaingan antarideologi mendominasi. Ideologi pula yang melatarbelakangi kerjasama Hitler-Muslim.
Ada kesamaan pandangan antara Arab dan Nazi. Arab menganggap Inggris dan Prancis, yang menjadi penguasa di kawasan regional Arab pasca-Perjanjian Versailles, sebagai penjajah. Sedangkan Nazi membenci liberalisme yang diusung Inggris dan Prancis. Mayoritas Arab maupun Nazi anti-Yahudi. Keduanya juga mempunyai gagasan persatuan global. Klop.
Mohammad Amin al-Husseini menjembatani kedua pihak. Dia berasal dari klan Al-Husayni, yang terdiri dari orang-orang kaya pemilik tanah di selatan Palestina. Tak heran jika sebagin besar anggota klan itu menjadi walikota Yerussalem dan penentang Zionisme, termasuk ayah al-Husseine: Tahir al-Husseini.
Lulus dari studi di Universitas Al Azhar, Kairo, dan Sekolah Administrasi Istanbul, Turki, pada 1920 al-Husseini mulai aktif dalam gerakan kemerdekaan Palestina dari Inggris sambil menjadi jurnalis. Dia juga pernah menjadi serdadu Ottoman Turki Usmani pada Perang Dunia I.
“Sepanjang tahun-tahun perkembangan masa mudanya, dia mulai meneguhkan pandangan fundamental Pan-Arab yang memperhatikan otonomi bukan hanya untuk Palestina tapi juga Semenanjung Arab,” tulis Allan Bogle dalam “Haj Amin al-Husseini and Nazi Racial Policies in the Arab World” yang dimuat hubpages.com.
Pada 1921, al-Husseini diangkat menjadi Mufti Agung Yerusalem oleh Komisi Tinggi Inggris Sir Herbert Samuel dan setahun kemudian menjadi ketua Dewan Tertinggi Muslim bentukan Samuel. Namanya kian diperhitungkan ketika terjadi protes dan serangan terhadap otoritas Inggris dan Yahudi Palestina.
Ketertarikan al-Hussein terhadap Nazi muncul ketika Hitler mulai berkuasa di Jerman pada 1933. Tapi kontak langsungnya dengan Jerman terjalin tiga tahun kemudian. Nazi mengirim utusan Francois Genoud, yang dikenal sebagai seorang bankir Swiss di tubuh Third Reich dan anggota kehormatan pasukan elit Nazi Waffen SS, ke Palestina. Setahun kemudian Hauptschanfuehrer SSNazi Adolf Eichmann dan asistennya Oberscherfuehrer H. Hagen mengunjunginya di Palestina. Selain berbincang mengenai Yahudi, al-Husseini resmi menjadi penyandang dana dan pembantu militer dalam merangkul sumber-sumber Arab.
“Selama perang, Genoud memberi bantuan kepada al-Husseini dan pemerintah Muslim-Nazi –yang bermarkas di Berlin– di pengasingannya dan secara finansial mendukung kampanye propaganda anti-Yahudi al-Husseini,” tulis Chuck Morse dalam The Nazi Connection to Islamic Terrorism: Adolf Hitler and Haj Amin Al-Husseini.
Puncak aktivitasnya menentang Inggris danYahudi adalah kekerasan terhadap Yahudi yang menewaskan 133 Yahudi dan 116 Arab tewas. Al-Husseini pun diusir dari Palestina. Dia pindah ke Lebanon, Irak, Italia, dan akhirnya Jerman. Di wilayah yang juga di bawah protektorat Inggris, al-Husseini melakukan kudeta atas pemerintahan pro-Inggris tapi gagal. Di Italia, dia bertemu Benito Mussolini, diktator Italia.
“Segera setelah kedatangannya di Jerman Nazi, al-Husseini dipuja di depan publik dalam satu resepsi penghormatan untuknya yang diberikan oleh Institut Islam Nazi "Islamische Zentralinstitut" dan resepsi itu dihadiri oleh eksil-eksil Muslim dan para pemimpin Muslim Eropa yang menggelari al-Husseini Fuhrer of the Arab World,” tulis Chuck Morse.
Pada 25 November 1941, al-Husseini rapat dengan Hitler, yang berjanji akan menjadikan al-HusseiniFuhrer atas seluruh dunia Arab segera setelah Nazi menyeberangi Pegunungan Kaukasus dan melebarkan Third Reich ke Timur Tengah. Hitler juga mendukung kedaulatan negara-negara Arab.
Dalam rapat itu pula keduanya sepakat: sesegera mungkin membentuk dan melatih legiun Arab-Nazi yang akan terdiri dari Muslim Eropa. Hubungan itu, menurut Gottlob Berger, kepala rekrutmen pasukan elit SS, didasarkan keterbukaan dan kejujuran. Itu menunjukkan hubungan darah dan ras Utara dan kebulatan ideologi spiritual dari Timur. Di mata Nazi, al Husseini merupakan, “figur yang setara dengan PM Negara Nazi Muslim di pembuangan,” tulis Chuck Morse.
Al-Husseini juga rapat dengan kepala SS Heinrich Himmler. Himmler menugaskan al-Husseini merekrut orang-orang Muslim ke dalam unit-unit elit militer yang bertugas di Balkan, Rusia, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Himmler yakin, perekrutan Muslim ke dalam SS akan membuat pasukan elit itu kian mantap. Himmler terinspirasi resimen-resimen Bosnia Herzegovina yang direkrut militer Astro-Hungaria dalam Perang Dunia I. Divisi Muslim ini ditempatkan langsung di bawah NaziWehrmacht (Angkatan Darat).
Tentara Muslim-Nazi ini terdiri dari sekira 100 ribu Muslim Eropa dan dibagi dalam beberapa divisi. Yang terbesar adalah Brigade Hanzar, yang oleh al-Husseini dianggap sebagai serdadu yang terbaik bagi Islam. Tugas Brigade ini awalnya menghancurkan sayap militer Partisan Tito yang beroperasi di timur laut Bosnia, terutama di Srem, lalu menggantikannya dengan pemerintahan lokal. Tiap batalion memiliki imam. Meski kesatuan Muslim, terdapat serdadu Kristiani dalam Briade Hanzar. Jumlahnya bahkan melebihi kuota 10 persen yang ditetapkan Himmler. Brigade Hanzar terlibat dalam berbagai palagan. Salah satunya dalam Operasi Wegweiser pada 1944 untuk menghancurkan Partisan yang mempertahankan sebagian kawasan Syrmia.
Pada Mei 1945, Jerman kalah perang. Berakhirlah persekutuan Nazi-Muslim. Al-Husseini ditangkap pasukan Prancis. Tapi nasib berpihak padanya. Dia tak diadili di Nuremberg seperti para pemimpin Nazi lainnya dengan dakwaan terlibat pembantaian orang-orang Yahudi di Eropa maupun menjadi otak perekrutan kaum Muslim dalam Tentara Hitler. Prancis maupun Inggris tak mau bikin masalah dengan kaum Muslim di wilayah jajahan mereka, sehingga membiarkan al-Husseini meloloskan diri ke Timur Tengah.
Al-Husseini memimpin kembali perjuangan orang Arab Palestina atas pembentukan negara Israel. Dia mendorong militer Mesir terlibat dalam Perang Arab-Israel pada 1948. Cap kolaborator Nazi dan tuduhan keterlibatannya dalam pembunuhan Raja Abdullah dari Yordania menurunkan pamornya. Perlahan dia tersingkir dari panggung politik. Al-Husseini kemudian mengasingkan diri ke Lebanon dan meninggal di Beirut pada 1974 (historia).

Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 19.03
PHYLOPOP.com - Selepas shalat Idul Fitri, dua anak muda bercakap-cakap:

Sophia: Kenapa sih kita bersalaman dan saling memaafkan?

Phylo: Bersalaman itu menghangatkan (eratkan) hubungan kita dengan sesama, sementara memaafkan itu karena kita punya dosa.

Sophia: Bukannya itu SKSD (sok kenal sok dekat)? Saya juga gak kenal, gimana bisa berbuat salah apalagi dosa?

Phylo: Yakin?

Sophia: Iyalah yakin!

Phylo: Sekarang saya tanya, pernah kendarai motor atau mobil?

Sophia: Sering, tiap hari ke kantor naik motor, kadang numpang mobil bokap.

Phylo: Nah selama kendarai motor/mobil, kan sering desak-desakan sama pengendara lain.

Sophia: Wah kalau itu sih makanan sehari-hari. Nyenggol bahkan hampir tabrakan pun pernah.

Phylo: Kenal gak sama orang-orang itu?

Sophia: Boro-boro kenal, dia buru-buru saya pun begitu.

Phylo: Nah itulah! Bisa jadi orang yang kita salamin sekarang itu orang yang dulu sempat kita senggol di jalan. Meski bukan, bisa jadi ia menjadi penghantar maaf kita dengan orang lain tentu atas ijin Allah. Makanya sambil bersalaman kita berdoa semoga semua salah dan dosa kita sama siapapun bisa terampuni, begitupun kita juga harus ikhlas memaafkan siapapun yang pernah salah sama kita. Dengan begitu, semua orang di dunia ini akan saling memaafkan, tak peduli siapapun orangnya dan apapun salahnya.

Sophia: Ooo.. begitu ya!

Phylo: Nah soal itu kamu sudah paham. Jika sama orang yang kita tidak kenal aja kita bisa memaafkan, apa mungkin kita tidak maafkan orang yang kita kenal dan orang-orang yang pernah dekat dan sayang sama kita?

Sophia: Kalau itu sih pasti saya maafkan!

Demikian dialog singkat ini semoga membuka pintu maaf di antara kita. Anggaplah kedua anak muda tersebut adalah antara Phylopop.com dengan Saudara/i, Bpk/Ibu, teman/kerabat Phylovers semua.

Atas nama keluarga besar Phylopop.com kami mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin - mohon maaf lahir-batin!

Jakarta, 28 Juli 2014
Salam Hangat Kami,
Tim Phylopop.com



Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 10.09
PHYLOPOP.com - Usulan demi usulan susunan Kabinet Presiden dan wakil Presiden terpilih terus bermunculan dari masyarakat. Setelah Tim Jokowi melalui sosial media Facebook dengan akun Jokowicenter.com, menggunggah kuesioner seputar siapa menteri yang pantas mengisi kabinetnya lewat dunia maya.

"www.kabinetrakyat.org merupakan upaya kami sebagai bagian dari masyarakat dengan latar belakang beragam - relawan, aktivis, jurnalis, pengacara, buruh, pedagang,pegawai negeri, petani, politisi, praktisi IT, tokoh agama dan mahasiswa - untuk mewujudkan Kabinet Rakyat seutuhnya, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat!" Demikian tertulis dalam laman tersebut.

Dalam lamannya, www.kabinetrakyat.org memunculkan ama-nama yang menurut pengelola muncul hasil dari diskusi bersama jurnalis, pengamat, akademisi, aktivis, teknokrat, politisi dan dan masukan-masukan yang langsung diberikan oleh Rakyat dimanapun berada, apapun profesi, agama dan sukunya.

Dijelaskan pula, nama- nama menteri sebagai masukan untuk kabinet Jokowi diharapkan berpijak pada kriteria-kriteria. Yakni, tidak pernah terlibat korupsi, Bukan pelanggar HAM, Profesional di bidangnya sesuai dengan visi misi Jokowi-JK, dan Bukan perusak lingkungan hidup.

Selain itu, kriterian menghargai ke-Bhinekaan, Memiliki leadership (kepemimpinan) yang kuat
Memiliki kompetensi yang baik secara manajerial, Mengerti manajemen administrasi pemerintahan
Mempunyai catatan (rekam jejak) yang baik dan mau melayani.

Berikut susunan usulan kabinet Jokowi-JK menurut www.kabinetrakyat.org, di antaranya:

1. MENTERI KOORDINATOR POLITIK HUKUM DAN KEAMANAN
Jenderal TNI Budiman
Jendral TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, MPA
Jenderal (purn) TNI Ryamizard Racudu

2. MENTERI KOORDINATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT
Drs HA Muhaimin Iskandar, MSi
Puan Maharani
Tri Rismaharini

3. MENTERI KOORDINATOR PEREKONOMIAN
Faisal Basri
Chairul Tanjung
Hendri Saparini

4. MENTERI DALAM NEGERI
Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM
Ferry Mursyidan Baldan
Arif Wibowo

5. MENTERI LUAR NEGERI
Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D
Andreas Hugo Pareira
Yuri Oktavian Thamrin

6. MENTERI SEKRETARIS NEGARA
Drs. Ahmad Basarah, MH.
Hasto Krisyanto
Maruarar Sirait

7. MENTERI PERTAHANAN
Mayjen (Purn) TNI TB. Hasanuddin, SE, MM.
Andi Widjajanto, S Sos, MSc
Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno

8. MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA (HAM)
Zainal Arifin Muchtar
Prof Dr Saldi Isra, SH, MPA
Taufik Basari, SH, MA

9. MENTERI KEUANGAN
Prof Dr Hendrawan Supratikno
Dr. Sri Adiningsih M.Sc
Jeffri Geovanie

10. MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL (ESDM)
Poltak Sitanggang
Effendi Simbolon
Dr. Ir. Tumiran M. Eng

11. MENTERI AGAMA
Imam Nachrowi
Komaruddin Hidayat
Zuhairi Misrawi

12. MENTERI PERINDUSTRIAN
Erwin Aksa
Prof. Dr.(H.C.) Dahlan Iskan
Soetrisno Bachir

13. MENTERI PERDAGANGAN
Agus Gumiwang Kartasasmita
Rahmat Gobel
Marie Elka Pangestu

14. MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
Nia Dinata
Yovie Widianto
Najwa Shihab

15. MENTERI PEKERJAAN UMUM
Marwan Jafar
Effendi Sianipar
H. Patrice Rio Capella, SH

16. MENTERI TENAGA KERJA
Jumhur Hidayat
Rieke Dyah Pitaloka
Andi Gani Nena Wea

17. MENTERI KEHUTANAN
Chalid Muhammad
M. Prakosa
Dr. Satyawan Pudyatmoko, M.Sc

18. MENTERI PERHUBUNGAN
Rusdi Kirana
Prof. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit M. Sc
Ignasius Jonan

19. MENTERI PENDIDIKAN
Anies Baswedan
Yudi Latif
Prof. Azyumadi Azra, CBE

20. MENTERI SOSIAL
Khofifah Indar Parawansa
Andi F Noya
FX Hadi Rudyatmo


(tribunnews.com)


Iqyzain I Make Up Artist and Wedding Gallery 10.00
PHYLOPOP.com - Kali ini sebagai persiapan Anda menyambut hari kemenangan, Phylopop.com menyajikan enam amalan yang yang disunnahkan Nabi saw ketika hendak melaksanakan shalat Idul Fitri. Sebagian dari amalan ini sudah sering kita lakukan, namun tidak ada salahnya tulisan ini mengingatkan kita semua terutama umat muslim agar benar-benar siap ketika melaksanakan shalat Idul Fitri besok.


Mandi
Siapa pun setuju kalau Islam itu agama yang bersih atau cinta kebersihan. Hadits yang sering kita dengar selalu mengingatkan kita akan kebersihan “kebersihan adalah sebagian dari iman”. Mandi adalah amalan yang paling sering dilakukan umat Islam untuk membersihkan diri terutama dari hadas besar atau kecil.

Kebiasaan mandi juga merupakan kebiasaan baik yang sering kita lakukan untuk terhindar dari segala kotoran yang menempel di tubuh. Ketika memulai aktivitas di pagi hari, mandi merupakan hal yang tak bisa terlupakan. Bukan saja karena agama mengajarkan, melainkan mandi mencerminkan kita memiliki kesadaran akan kesehatan tubuh.

Menyadari pentingnya mandi tersebut, Nabi Muhammad saw telah mengajarkan kepada kita tata cara dan alasan-alasannya. Termasuk dari ajaran tersebut adalah mandi sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Mandi dalam hal ini dilakukan untuk membersihkan diri dari hadas kecil maupun besar dengan niat untuk melakukan shalat Idul Fitri. Riwayat Musa bin Uqbah dari Nafi bahwa Umar mandi dan memakai wewangian pada hari raya Idul Fitri.

Mandi ini sangat dianjurkan karena moment Idul Fitri identik dengan kembalinya manusia kepada kefitrahan atau kesucian. Dikatakan fitrah atau suci karena pada kondisi ini umat muslim setelah melaksanakan puasa selama sebulan terlahir kembali layaknya bayi yang baru lahir. Ia suci tanpa dosa.

Memakai wewangian
Memakai wewagian juga sangat familiar dalam masyarakat kita terutama setelah mandi dan hendak keluar rumah. Hal ini juga dianjurkan oleh Nabi saw terutama ketika hendak shalat Idul Fitri. Dalam ajaran Islam, memakai wewangian juga punya aturan sendiri, yakni wewangian yang kita pakai tidak boleh mengandung unsur yang haram atau makruh seperti alkohol sejenisnya. Wewangian yang dibenarkan dalam Islam adalah wewangian yang berasal dari bunga-bungaan yang unsur wanginya murni tanpa tambahan alkohol sejenisnya. Memakai wewangian juga memberi kesegaran tersendiri dan tidak menimbulkan bau yang tidak enak meskipun berlama-lama mendengarkan khutbah Idul Fitri atau bersalaman dengan orang lain. Ketika bersilaturahmi dengan sanak famili pun hal ini dianjurkan.

Berhias dengan memakai pakaian terbaik
Hadits yang mendasari amalan ini adalah “berhiaslah dengan pakain yang terbaik” (HR. Bukhari). Pakain yang terbaik dalam hal ini bukan berarti mahal. Pakain terbaik adalah pakain yang bersih dari hadas besar dan hadas kecil serta memiliki makna yang dalam atau paling disukai oleh pemakainya. Nabi saw bianya mengenakan pakain yang putih atau dominan putih, namun bukan berarti yang berwarna lain tidak boleh dikenakan pada Idul Fitri. Asal memenuhi syarat dan ketentuan sesuai syariah, pakaian warna apapun diperbolehkan.

Makan/sarapan terlebih dahulu
Makan atau sarapan terlebih dahulu inilah yang membedakan Idul Fitri dengan Idul Adha. Jika Idul Fitri disunahkan untuk makan/sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Id, maka pada Idul Adha disunahkan untuk berpuasa atau tidak makan sebelum berangkat shalat Id.

Hal ini didasarkan pada kebiasaan yang dilakukan Nabi saw sebagaimana hadits dari Malik ibn Anas yang menyebutkan bahwa rasulullah saw tidak keluar pada Hari Idul Fitri sebelum Beliau makan beberapa biji buah kurma. Selain sebagai pertanda bahwa puasa telah berakhir, sarapan sebelum shalat Id juga membantu kita untuk dapat melakukan shalat Id dengan baik dan khusu’. Selain itu, sarapan juga memberi tambahan tenaga buat kita untuk dapat langsung bersilaturahmi dengan teman, keluarga dan sanak famili setelah shalat Id dilakukan.

Bertakbir saat berangkat ke masjid
Nabi saw keluar rumah pada hari raya Idul Fitri lalu Beliau bertakbir sampai datang ke tempat shalat dan sampai setelah shalat. Apabila setelah selesai shalat, Beliau berhenti takbir. Takbir diptraktekkan oleh masyarakat kita dengan mengumandangkannya lewat pengeras suara sebelum, selama dan bahkan setelah beberapa hari melaksanakan shalat Id. Hal ini tidak mengapa sepajang tidak mengganggu rasa aman warga sekitar masjid. Bagaimana pun, kita tetap harus menghargai jika disekeliling kita ada umat non Muslim.

Menempuh jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang
Dalam perjalanan ke tempat shalat atau masjid, disunnahkan untuk menempuh jalan yang berbeda antara sewaktu berangkat dengan pulang. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Jabir ra ia berkata “Bahwasanya Rasulullah saw pada hari Idul Fitri mengambil jalan lain, selain jalan yang dilalui sewaktu berangkat” (HR. Bukhari). Menempuh jalan yang berbeda dimaksudkan untuk melewati jalan yang lebih jauh menuju rumah. Dalam perjalanan pulang tersebut bisa dilakukan sambil bersilaturahmi dengan orang lain dan sesekali mampir jika melewati rumah teman, kenalan atau keluarga. Makin banyak Anda bertemu dengan orang lain makin banyak pula Anda akan bersalaman dan bertegur sapa. Demikian juga dengan Idul Fitri Anda semakin bermakna.

Keenam amalan sunnah tersebut telah dipraktekkan oleh Nabi saw dan karena itu kita dianjurkan untuk mengikuti ajarannya. Hal ini tentu akan menambah makna Idul Fitri yang kita rayakan, semoga kita semua dapat meraih hari kemenangan. Amin.



Diberdayakan oleh Blogger.